Laporkan Masalah

ANALISIS PRODUKTIVITAS ALUR PRODUKSI DI INDUSTRI PENGGERGAJIAN (Studi kasus di PT. Surya Dumai Industri Unit Sawmill, Propinsi Riau )

HAPPY DWI NUGROHO, Siswantoyo Dipodiningrat, Soetjipto A.H.

2001 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kebutuhan bahan baku industri yang semakin meningkat serta hutan alam yang selama ini diandalkan sebagai pemasok bahan baku semakin berkurang, menaorong para pengusaha dibidang perkayuan untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi dalam kegiatan proses produksmya. Produktivitas merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan suatu kegiatan di industri penggergajian. Dengan diketahuinya produktivitas maka suatu perusahaan dapat menilai efisiensi konversi sumber dayanya agar dapat meningkatkan produktivitas melalui efisiensi penggunaan sumber daya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya produktivitas pada masing-masing alur produksi pada waktu tertentu serta mengevaluasi produktivitas tersebut. Penelitian dilakukan di PT. Surya Dumai Industri Unit Sawmill, Propinsi Riau. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pendekatan pengukuran target produktivitas pada masing-masing alur produksi, serta perhitungan pencapaian produktivitasnya. Pengukuran target produktivitas pada masing-masing alur produksi dilakukan selama 1 jam dan diulang 8 kali. Sedangkan pencapaian produktivitas dihitung dari produksi riil selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya target produktivitas pada masing-masing alur proses produksi berbeda-beda. Keempat alur produksi tersebut, target produktivitasnya sebesar 1,32821938 m3/jam untuk alur produksi A, 1,082354313 m3/jam untuk alur produksi B, 1,417493813 m3/jam untuk alur produksi C dan 0,92499145 m3/jam untuk alur produksi D. Perbedaan target produktivitas ini disebabkan karena jenis mesin dan kinerja karyawan yang bebeda. Realisasi hasil produksi untuk keempat alur produksi tersebut tidak sesuai dengan target produktivitas seperti tersebut di atas yaitu 0,8516 m3/jam (64,11%) untuk alur produksi A, 0,9385 m3/jam (86,71%) untuk alur produksi B, 0,8944 m3/jam (63,09%) untuk alur produksi C dan 0,839 m3/jam (90,71%) untuk alur produksi D. Hal ini disebabkan karena kurangnya persediaan bahan baku.

Kata Kunci : Produktivitas, Alur produksi

  1. S1-FKT-2001-114228-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-2001-114228-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-2001-114228-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-2001-114228-title.pdf