Pengembangan Model Bisnis Terminal Curah Cair Cabang Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
Lingga Ginanjar, Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand.Merc., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Mengacu pada pertumbuhan ekonomi dunia terutama pada negara-negara tujuan utama ekspor CPO dan potensi yang besar pada hasil produksi CPO di Provinsi Bengkulu merupakan peluang bisnis bagi Cabang Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu untuk terus meningkatkan kapasitas layanannya. Namun, kondisi saat ini menunjukkan masih belum tersedia fasilitas pelabuhan yang memadai untuk mendukung kegiatan layanan curah cair khususnya komoditas CPO. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun pengembangan model bisnis Terminal Curah Cair pada Cabang Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Pengembangan model bisnis ini dilakukan dalam upaya menangkap potensi pertumbuhan produksi CPO di Provinsi Bengkulu yang belum terlayani secara maksimal. Dalam merancang pengembangan model bisnis Terminal Curah Cair dilakukan dengan menggunakan pendekatan kanvas model bisnis melalui sembilan komponen blok bangunan. Kanvas model bisnis dipadukan dengan persepsi dan aspirasi pelanggan yang didapatkan melalui analisis Peta Empati. Analisis tentang persepsi dan aspirasi pelanggan yang didapat melalui peta empati ini selanjutnya menjadi pedoman utama dalam merumuskan pengembangan model bisnis Terminal Curah Cair pada Cabang Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu ke depan. Berdasarkan hasil analisis peta empati, didapatkan konsep pengembangan model bisnis Terminal Curah Cair yang berfokus pada pengembangan Sumber Daya Utama dan Aktivitas Utama yang perlu dilakukan dalam upaya menciptakan dan menyampaikan proposisi nilai yang diharapkan pelanggan. Kemudian, hasil perhitungan kelayakan bisnis menunjukkan bahwa rencana pengoperasian Terminal Curah Cair Cabang Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu layak untuk dijalankan.
Referring to the world economic growth especially in those countries which being market of Indonesia's CPO export and a great potential in the production of CPO in Bengkulu Province which business opportunity for Branch Port of Pulau Baai Bengkulu to continue to improve the capacity of services. However, current conditions indicate that port facilities are still not available to support liquid bulk service activities, especially CPO commodities. This research aims to build the development of the business model of the Liquid Bulk Terminal at the Branch Port of Pulau Baai Bengkulu. The development of this business model was carried out in an effort to capture the growth potential of CPO production in Bengkulu Province which has not been maximally served. The design of the Business Model Development of Liquid Bulk Terminal is using canvas approach through the nine components of the building blocks. The business model canvas is combined with the customer's perceptions and aspirations obtained through analysis of the Empathy Map. Analysis of the customer's perceptions and aspirations obtained through the empathy map is then become the main guideline in formulating development of the business model for Liquid Bulk Terminals in the Branch Port of Pulau Baai Bengkulu in the future. Based on the results of the empathy map analysis, the concept of developing a business model for Liquid Bulk Terminal was obtained which focuses on the development of the Key Resources and Key Activities that need to be done in an effort to create and deliver the expected value propositions of the customers. Thereafter, the results of the calculation of business feasibility indicate that the plan to operate the Liquid Bulk Terminal of the Branch Port of Pulau Baai Bengkulu is feasible.
Kata Kunci : Terminal Curah Cair, Kanvas Model Bisnis, Peta Empati, Kelayakan Bisnis