MODEL BISNIS PENYELENGGARAAN SEMINAR DARING BAGI TENAGA KESEHATAN KALIKESIA
IRVINDIO PATRIANUSA, Hargo Utomo, Dr., M.B.A.
2019 | Tesis | Magister ManajemenTingginya frekuensi kerja di Indonesia membuat para praktisi kesehatan kesulitan melakukan pembagian waktu untuk terus melakukan pembaharuan dan peningkatan pengetahuan melalui sistem-sistem edukasi yang bersifat fisik, seperti sekolah hingga seminar. Bersamaan dengan hal tersebut, kualitas pelayanan kesehatan terutama di Indonesia mengalami penurunan, hal ini memperlihatkan bahwa dibutuhkan suatu formula yang dapat memudahkan para praktisi kesehatan dalam mengakses layanan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan serta skillnya sesuai bidangnya masing-masing yang dibuktikan dengan satuan kredit poin bersertifikasi. Berdasarkan fenomena tersebut KALIKESIA hadir sebagai sebuah startup yang akan memberikan kemudahan dalam mengakses layanan edukasi yang berbentuk seminar daring, hingga memberikan implikasi dalam peningkatan kualitas dan layanan tenaga kesehatan di Indonesia. Melalui metode kualitatif, penelitian ini memiliki total sampel sebanyak 173 responden, masing-masing merupakan praktisi kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia, dimana diantaranya; 32 responden dalam validasi ide; 112 responden dalam uji coba prototype; dan 173 responden dalam uji potensi market. Dengan menggunakan nine blocks sebagai model bisnis, dilengkapi dengan analisis konseptual dan finansial dalam melihat kelayakan bisnis, sehingga menemukan hasil bahwa sebanyak 161 atau sebesar 93% tenaga kesehatan membutuhkan KALIKESIA dalam mempermudah mengumpulan kredit poin dan peningkatan kompetensi serta sebanyak 165 atau sebesar 93% tenaga kesehatan ingin membayar seminar yang diadakan oleh KALIKESIA. realibiitas dalam bisnis ini dapat dilihat dari kekuatan bisnis dalam menjangkau key partnership, diantaranya; Asosiasi profesi tenaga kesehatan, instansi pendidikan, Akademisi serta praktisi yang ahli dalam bidangnya, hingga instansi yang bergerak pada sektor kesehatan. Dengan dijangkaunya kerjasama pada beberapa instansi tersebut, maka dapat dikatakan KALIKESIA memiliki agensi yang jelas dan terpercaya dihadapan pelanggan yang merupakan para tenaga kesehatan.
The high frequency of work in Indonesia makes it difficult for healthcare practitioners to spare time to continue to update and increase their knowledge through conventional education systems such as schools and seminars. In adjacent with this issue, the quality of healthcare services in Indonesia is decreasing, this shows that a solution is needed to help ease healthcare practitioners in accessing educational services to improve their knowledge and skills according to their respective fields proven by certified credit points. Based on this issue, KALIKESIA is present as a startup that will provide ease in accessing educational services in the form of online seminars, thus providing implications in improving the quality and service of healthcare professionals in Indonesia. Through qualitative research methods, this study has a total sample of 173 respondents. Each of whom is a healthcare practitioner spread throughout Indonesia, which includes; 32 idea validation respondents; 112 prototype testing respondents; and 173 respondents in the market potential test. By using the nine blocks as the business model and complemented by conceptual and financial analysis in business feasibility, it was found that 161/173 (or 93%) of healthcare professionals needed KALIKESIA in facilitating credit points and increasing their competence and 165/173 (or 93%) of healthcare professionals would pay for a seminar held by KALIKESIA. The reality in this business can be seen from business strength in gaining key partnerships including; healthcare professional associations, educational institutions, academics and practitioners who are experts in their field and all the way up to agencies engaged in the healthcare sector. With the cooperation of the institutions above, it can be said that KALIKESIA has a pronounced and trusted agency in front of customers (healthcare professionals).
Kata Kunci : Model Bisnis, Seminar Daring, Startup, Tenaga Kesehatan