PENGARUH STRES KERJA DAN KOHESIVITAS KELOMPOK TERHADAP KETERIKATAN KERJA DENGAN PERBEDAAN GENERASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
Robby Zuharfi, Djamaludin Ancok, Ph.D, pROF
2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Penelitian ini berujuan untuk menganalisis pengaruh dari stres kerja dan kohesivitas kelompok terhadap keterikatan kerja dengan generasi sebegai variabel pemoderasi. Analisa bertujuan untuk menjawab pertanyaan (1) Apakah stres kerja berpengaruh terhadap keterikatan kerja? (2) apakah kohesivitas kelompok berpengaruh terhadap keterikatan kerja? (3) Apakah generasi memoderasi pengaruh stres kerja terhadap keterikatan kerja? (4) Apakah generasi memoderasi pengaruh kohesivitas kelompok terhadap keterikatan kerja. Subjek penelitia ini adalah pegawai Sekolah Peradaban Serang, pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuisioner yang dilakukan pada Agustus-Oktober 2018. Penelitian dilakukan terhadap 73 orang pegawai Sekolah Peradaban dengan metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan isntrumen pengukuran Keterikatan Karyawan Alat ukur yang digunakan ini dinamakan The Utrech Work Engagement (UWES) yang terdiri dari 17 item. Stres kerja menggunakan Stres Kerja menggunakan teori dari Hellriegel and Slocum. Untuk Instrumen Kohesivitas Kelompok menggunakan Group Environment Questionare Hasil analisa menyimpulkan bahwa Stres Kerja memberikan pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Keterikatan Kerja. Hal ini disebabkan tidak sesuainya antara Job Demand dan Job Resources yang ada di sekolah Peadaban sehingga memunculkan tingkat stres dan menurunkan tingkat keterikatan kerja Kohesivitas Kelompok memberikan pengaruh yang positif dan Signifikan terhadap keterikatan kerja. Hal ini disebakan oleh faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok terpenuhi di Sekolah Peradaban, salah satu yang siginifikan adalah hubungan kerja dengan rekan sejawat yang cukup kuat. Sedangkan generasi memoderasi pengaruh dari stres kerja terhadap keterikatan kerja. Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel moderasi merupakan variabel moderasi yang mempengaruhi hubungan antara Stres Kerja dan Keterikatan Kerja hal ini berarti baik Generasi X maupun Generasi Y memiliki tingkat stres yang dapat menurunkan tingkat keterikatan kerja, dimana generasi signifikan dalam hal ini siginifikan sebagai moderator. Sedangkan terkait dengan kohesivitas kelompok generasi tidak memoderasi pengaruh dari Kohesivitas Kelompok terhadap keterikatan kerja. Sehingga dapat dikatakan bahwa Generasi bukanlah variabel yang dapat memoderasi hubungan antara Kohesivitas kelompok dengan Keterikatan kerja.
This study aims to analyze the effect of work stress and group cohesiveness on work engagement with generations as moderating variables. The analysis aims to answer questions (1) Does work stress affect work engagement? (2) Does group cohesiveness affect work engagement? (3) Does generation moderate the effect of work stress on work attachments? (4) Does generation moderate the influence of group cohesiveness on work attachments?. Subjects were employees of the Serang Civilization School. Data collection was done through filling out questionnaires conducted in August-October 2018. The study was conducted on 73 employees of the School of Civilization with simple random sampling method. This study uses instruments measuring the attachment of employees. The measuring instrument developed is called The Utrech Work Engagement (UWES) which consists of 17 items. Job stress uses theories Fromellriegel and Slocum. For Cohesivity Instruments Groups use theory of the Group Environment Question from Caron, Brawley & Widmeyer. The results of the analysis concluded that Job Stress had a negative and significant effect on Work Engagement. Group cohesiveness had a positive and significant influence on work engagement. While generation moderates the effect of work stress on work engagement and does not moderate the influence of group cohesiveness on work attachments
Kata Kunci : Kata kunci:Stres Kerja, Kohesivitas Kelompoki, Keterikatan kerja , Generasi, Variabel Moderasi