Laporkan Masalah

MODEL BISNIS MODE ETNIK "ETNIK GAYA"

SEPTYANA LUCKYTA S, Nurul Indarti, Sivilokonom., Cand. Merc., Ph.D.

2019 | Tesis | Magister Manajemen

Industri mode di Indonesia terus berkembang. Berdasarkan hasil survei Bekraf dan BPS pada tahun 2016, sektor ekonomi kreatif menyumbang 7,38% terhadap perekonomian nasional, dan sektor mode berkontribusi sebanyak 18,15%. Pemerintah turut mendukung Indonesia untuk menjadi pusat mode pada tahun 2025 dengan mempromosikan produk kreasi lokal dalam negeri. Maka, bisnis industri mode di Indonesia sangat berpeluang. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sebuah model bisnis mode etnik nusantara dengan pendekatan peta empati pada bisnis Etnik Gaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif yang didukung dengan data kuantitatif. Data penelitian bersumber dari data primer yang berasal dari hasil wawancara dan survei, serta data sekunder yang diperoleh melalui kajian literatur buku, artikel, dan hasil pencarian informasi melalui internet. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan model bisnis yang lebih modern. Model bisnis tersebut disusun dalam sembilan blok kanvas model bisnis. Produk yang ditawarkan Etnik Gaya adalah produk mode kontemporer berbahan kain etnik dengan sistem semi-kustomisasi yaitu pelanggan diberikan pengalaman padu-padan kain etnik dan kombinasinya. Selain itu, pelanggan juga bebas memilih model pakaian yang sesuai dengan kebutuhan gaya pakaian dan ukuran yang pas. Produk ini dapat dikenakan untuk aktivitas sehari-hari, ke kantor, ke pesta, maupun untuk santai.

The fashion industry in Indonesia continues to grow. Based on the results of Bekraf and BPS surveys in 2016, the creative economy sector contributed 7.38% to the GDP, and the fashion sector contributed 18.15%. The government also supports Indonesia to become the center of fashion in 2025 by promoting locally-produced goods. So, it can be said that the fashion industry business in Indonesia is very promising. The aim of this study was to design an ethnic fashion business model with an empathy map method for Etnik Gaya. This study used a qualitative method approach that was supported by quantitative data. Both primary and secondary data were examined. The primary data was derived from interviews and surveys, while the secondary data was obtained through a literature review of books, articles and internet-based information. This research produced a more modern business model design. The business model was arranged in nine blocks of business model canvas. The products offered by Etnik Gaya are contemporary fashion products made from ethnic fabrics with a semi-custom system where customers are given a solid experience of choosing ethnic fabrics and their combinations. In addition, customers are also allowed to choose clothes model based on their personal style that suit with the right size. The products can be worn daily, to work, or to parties.

Kata Kunci : mode, etnik, kustomisasi, kanvas model bisnis, peta empati

  1. S2-2019-417317-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417317-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417317-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417317-title.pdf