PEREMPUAN DALAM BERITA ONLINE (Representasi Perempuan dalam Pemberitaan Kasus Penipuan Travel Umrah oleh Anniesa Hasibuan pada Portal Berita Online Detik.com)
MAHANTI SARI NASTITI, Novi Kurnia, M.Sc., M.A., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASIPerempuan yang melakukan tindak kriminal masih dipandang sebagai sesuatu yang aneh dalam pandangan masyarakat. Salah satunya adalah kasus penipuan travel umrah oleh Anniesa Hasibuan yang banyak melibatkan ribuan jamaah. Portal berita online pun tertarik dengan melakukan pemberitaan terhadap perempuan sebagai obyek pemberitaan kriminal sehingga menimbulkan berbagai penggambaran perempuan. Dengan menggunakan teori representasi (Hall, 1997) artikel ini bertujuan melihat bagaimana representasi perempuan dalam kasus penipuan travel umrah oleh Anniesa Hasibuan dalam portal berita online detik.com. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif dengan memahami teks melalui pengelompokkan kata yang memiliki makna yang sama ke dalam kategori. Hasil temuan adalah Anniesa Hasibuan direprsentasikan sebagai perempuan dengan gaya hidup mewah dan cengeng atau menangis saat menghadapi sebuah permasalahan. Selain itu ditemukan pula predikat yang tidak pernah lepas dari perempuan yakni predikat sebagai pekerja, sebagai seorang istri yang mendampingi suami, dan perempuan direpresentasikan sebagai seorang yang jahat, yang mampu melakukan penipuan demi memenuhi gaya hidup mewah. Budaya patriarki yang masih melekat di masyarakat sebagai salah satu penyebabnya. Laki-laki selalu dianggap lebih tinggi kedudukannya dari pada perempuan sehingga mengakibatkan posisi perempuan termarjinalkan. Pada akhirnya telah terjadi sebuah praktek media misogini yakni kebencian media terhadap perempuan dengan memperlihatkan perempuan sebagai pelaku kriminal tindak penipuan di media.
Women who commit crimes are still seen as something strange in society perception. One of which is the case of Umrah travel fraud by Anniesa Hasibuan that involved thousands of worshipers. Online news portals are also interested in reporting on women as the object of criminal reporting, rising various portrayals of women. By using representation theory (Hall, 1997) this article aims to see how women represent in the case of umrah travel fraud by Anniesa Hasibuan in the online news portal detik.com. The method used is qualitative content analysis by understanding text through grouping words that have the same meaning into categories. The findings are Anniesa Hasibuan which is represented as a woman with a luxurious lifestyle and whiny or crying when facing a problem. In addition, a predicate that has never been separated from women is the predicate as a worker, as a wife who accompanies a husband, and a woman represented as an evil person, who is able to commit fraud in order to fulfill a luxurious lifestyle. Patriarchal culture that is still inherent in society is one of the causes. Men are always considered to have a higher position than women, resulting the marginalized position of women. In the end, there has been a media misogyny practice, namely media hatred of women by showing women as criminals of fraud in the media.
Kata Kunci : Perempuan, Representasi, Berita Online, Detik.com