Laporkan Masalah

Pengaruh Keadilan Distributif, Keadilan Prosedural, Keadilan Interpersonal dan Keadilan Informasi Terhadap Keterikatan Kerja Pada Karyawan PT. Jasaraharja Putera

Eko Hardani Wibowo, Djamaludin Ancok, Prof., Ph.D.; Diah Retno Wulandaru, Dra., MBA.; Neila Ramdhani, Dr., M.Si., M.Ed.

2018 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Keadilan Organisasi berbicara mengenai bagaimana persepsi karyawan terhadap keadilan yang dirasakan di suatu organisasi tempat mereka bekerja. Organizational Justice dibangun oleh 4 elemen yaitu Keadilan Distributif, Keadilan Prosedural, Keadilan Informasi dan Keadilan Interpersonal. Hal yang memengaruhi kemunculan keterikatan kerja yaitu ketika karyawan merasakan adanya dukungan atasan, keadilan prosedural dan keadilan distributif. Keterikatan kerja didefinisikan sebagai sikap yang positif, penuh makna, dan motivasi, yang dikarakteristikkan dengan vigor, dedication, dan absorption. Vigor dikarakteristikkan dengan tingkat energi yang tinggi, resiliensi, keinginan untuk berusaha, dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan. Dedication ditandai dengan merasa bernilai, antusias, inspirasi, berharga dan menantang. Absorption ditandai dengan konsentrasi penuh terhadap suatu tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aspek keadilan organisasi mana yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap tingkat keterikatan kerja pegawai. Penelitian ini menggunakan bentuk kuisioner dari teori keterikatan kerja yang telah dikembangkan oleh Schaufeli & Bakker. Sementara untuk alat ukur keadilan organisasi peneliti menggunakan alat ukur yang dikembangkan oleh Colquitt. Alat ukur keadilan organisasi akan mengukur keadilan distributif, keadilan prosedural, keadilan interpersonal dan keadilan informasi yang akan dikaitkan dengan keterikatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek keadilan organisasi bersama-sama berpengaruh terhadap keterikatan kerja, namun aspek keadilan organisasi yang paling signifikan memengaruhi keterikatan kerja pada karyawan PT. Jasaraharja Putera adalah keadilan prosedural.

Organizational Justice talk about how employees' perceptions of justice are given where they work. Organizational Justice Created by 4 elements, namely Distributive Justice, Procedural Justice, Information Justice and Interpersonal Justice. The matter that what affects work is: Creating employees consisting of various superiors, procedural justice and distributive justice. Work engagement is defined as a positive, meaningful, and motivational attitude characterized by passion, dedication and absorption. The spirit is characterized by high energy levels, resilience, the desire to try, and not giving up in the face of challenges. Dedication is characterized by feeling valuable, enthusiastic, inspiring, valuable and challenging. Absorption is characterized by concentration that contains tasks. The purpose of this study is to make aspects of the organization which are very important for the level of employee engagement. This study uses language from work attachment theory that has been developed by Schaufeli & Bakker. While for organizational legal measures using a measuring instrument developed by Colquitt. Organizational appropriateness measure will measure distributive justice, procedural justice, interpersonal justice and informational justice that will associated with work engagement. The results of the study show that all aspects of organizational justice together influence work engagement, but the most significant aspect of the work attachment to employees of PT. Jasaraharja Putera is prosedural justice.

Kata Kunci : keadilan distributif, keadilan procedural, keadilan interpersonal, keadilan informasi, keadilan organisasi, vigor, dedication, absorption, keterikatan kerja, PT. Jasaraharja Putera / distributive justice, procedural justice, interpersonal justice, informa

  1. S2-2019-376725-abstract.pdf  
  2. S2-2019-376725-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-376725-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-376725-title.pdf