Laporkan Masalah

EVALUASI JARINGAN JALAN HUTAN DI AREAL HUTAN PRODUKSI BEKAS KEBAKARAN (Studi Kasus di HPH PT ITCI, Kalimantan Timur)

KURNIA ARSONO, Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc.

2001 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan untuk menentukan kerapatan jalan optimal (ORD) jaringan jalan hutan di areal hutan produksi bekas kebakaran. Jaringan jalan tersebut, mempunyai fungsi utama sebagai penunjang kegiatan tebang penyelamatan (TPL) dan rehabilitasi hutan. Penelitian ini dilaksanakan di 2 areal kegiatan TPL (TPL I dan II) HPH PT ITCI Kalimantan Timur yang masuk lokasi RKT 1999/2000 dengan luas total 60.895 ha (TPL I = 23.955 ha dan TPL II = 36.940 ha). Potensi/volume pohon yang dapat dipanen (pohon yang masih utuh/pohon dari jenis komersiil dengan diameter 50 cm up) adalah lebih kurang 58,97 m3/ha. Karakteristik jaringan jalan dinyatakan dengan kerapatan jalan (RD), spasi jalan (RS), jarak sarad rata-rata (MSD) dan tingkat pembukaan wilayah hutan (E %). RD dihitung berdasarkan pengukuran di atas peta skala 1 : 50.000. Spasi jalan (RS), dan jarak sarad rata-rata teoritis (MSD-o) dihitung dari RD. Sedangkan jarak sarad lapangan diukur langsung di lapangan. Penentuan nilai ORD sebagai pendekatan ekonomis didasarkan pada potensi/volume tegakan, biaya penyaradan dan biaya pembuatan/pemeliharaan jalan. Nilai RD di TPL I = 16,43 m/ha dengan RS = 608,64 m dan MSD-1= 202,42 m. Untuk TPL II, RD = 15,16 m/ha, dengan RS = 659,63 m dan MSD-1 = 201,95 m. Kedua areal tersebut mempunyai nilai E % istimewa, yaitu 81,30 % dan 86,21 % untuk TPL I dan II. Sehingga RD untuk kedua areal pemanenan tersebut tidak sesuai dengan nilai ORD.

The objectives of this study are to characterize and to determine the optimum road density (ORD) in damaged production area caused by forest fire. Road network in the area has main function to support the salvage felling and forest rehabilitation activity. Two salvage felling areas (TPL) with total area of 60,895 ha (TPL I 23,955 ha and 36,940 ha) were selected for this study, located in the 1999-2000 annual coupe of the concession PT ITCI, East Kalimantan. The harvestable volume (healthy or usable commercial tree species with diameter more 50 cm) averaged to 58.97 m3/ha. The characteristic of road network using road density (RD), road spacing (RS), average skidding distance (MSD) and percentage of opening up (E%). RD was calculated based on the measurement on the road map (scale 1 : 50,000). RS and theoritical average skidding distance (MSD-o) was calculated from the RD. Actual skidding distance was measured directly on the field. An economical approach based on harvestable volume, actual skidding cost and road construction cost as well as road maintenance cost was implemented to determine the optimum road density (ORD). The RD in the TPL I was RS 16.43 m/ha with RS 608.64 m and MSD-1 of 202.42 m. TPL II has RD 15.16 m/ha with RS 659.63 m and MSD-1 of 201.95 m. Both area have an excellent opening up, with E % of 81.30 % and 86.21 % for TPL I and TPL II respectively. The ORD was 20.53 m/ha for TPL I and 17,58 m/ha for TPL II. The actual road density in the both felling areas lies below the ORD.

Kata Kunci : jaringan jalan, hutan bekas kebakaran, kalimantan timur

  1. S1-FKT-2001-106527-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-2001-106527-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-2001-106527-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-2001-106527-title.pdf