Laporkan Masalah

ANALISIS BIAYA PENGADAAN BIBIT DI HTI (Studi Kasus Persemaian Acacia mangium Wild PT Musi Hutan Persada, Sumatera Selatan)

DESI INTAN ANGGRAHENI, Siswantoyo Dipodiningrat

2000 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kebutuhan bahan baku industri yang semakin meningkat sementara hutan alam yang selama ini diandalkan sebagai pemasok bahan baku semakin berkurang, mendorong pengusahaan Hutan Tanaman Industri untuk berkembang pesat. Keberhasilan pembangunan Hutan Tanaman Industri ditentukan oleh berbagai faktor mulai dari penyiapan lahan, pengadaan bibit, penanaman, pemeliharaan tegakan, sampai dengan pemanenan. Pengadaan bibit memegang peranan penting dalam pembangunan Hutan Tanaman Industri. Produksi bibit dengan kualitas tinggi, tepat waktu dan jumlah yang cukup akan memberikan sumbangan besar terhadap suksesnya kegiatan- kegiatan lain pada pembangunan Hutan Tanaman Industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai pekerjaan yang dilakukan di persemaian, komposisi biaya produksi bibit berkualitas, serta mengetahui pada produksi berapa keadaan Break Even Point terjadi. Penelitian dilakukan di persemaian Unit III Gemawang, PT Musi Hutan Persada, Sumatera Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pendekatan dengan pengamatan pekerjaan di lapangan, pengukuran prestasi kerja, pengumpulan data - data biaya yang terlibat dalam proses pengadaan bibit, penghitungan beban biaya per bibit,'serta pencarian kedudukan Break Even Point dengan grafik. Dengan metode pendekatan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pekerjaan - pekerjaan di persemaian ada bermacam - macam. Pekerjaan di setiap persemaian pada dasamya sama tetapi ada ciri khusus pada PT Musi Hutan Persada, yaitu adanya pekerjaan pengumpulan dan pemrosesan seresah Acacia mangium dan topsoil sebagai media sapih, adanya pemotongan akar sebagai konsekuensi penggunaan pottrays, adanya pencucian pottrays, serta penyiraman bibit dengan jaringan sprinkler. Semua pekerjaan tersebut membutuhkan jumlah tenaga kerja yang berbeda tergantung pada volume pekerjaan dan prestasi kerja yang bisa dicapai. Perbedaan tersebut mengakibatkan perbedaan dalam hal biaya. Biaya produksi per batang bibit adalah sebesar Rp 147,08 yang terbagi atas biaya penyusutan alat Rp 15,27; biaya penyusutan bangunan Rp 4,17; biaya bunga modal alat Rp 3,53; biaya bunga modal bangunan Rp 3,70; biaya gaji karyawan Rp 15,44; biaya makan karyawan Rp 8,52; biaya bahan Rp 79,52; biaya tenaga kerja langsung Rp 11,64; biaya overhead Rp 5,28. Pada produksi bibit sebanyak 2.995.877 batang dengan harga jual Rp 150,00 per batng bibit, keadaan Break Evev Point sudah tercapai.

Kata Kunci : Acacia mangium, biaya produksi, bibit, HTI

  1. S1-2000-106686-abstract.pdf  
  2. S1-2000-106686-bibliography.pdf  
  3. S1-2000-106686-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2000-106686-title.pdf