DINAMIKA MUHAMMADIYAH DALAM PEMBERDAYAAN KAUM DISABILITAS
FADRI ARI SANDI, Dr. AG. Subarsono, M.Si., M.A.
2018 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika Muhammadiyah dalam pemberdayaan kaum disabilitas dengan memaparkan; proses pemberdayaan, indikator keberhasilan, dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Banyaknya kasus diskriminasi di Indonesia kepada disabilitas yang terus terjadi menyiratkan bahwa persoalan penanganan disabilitas masih belum terselesaikan dengan baik, meskipun pemerintah telah memiliki instrumen kebijakan dalam melindungi dan menjamin hak penyandang disabilitas. Padahal persoalan diskriminasi ini telah menjadi momok yang menakutkan bagi penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan. D.I. Yogyakarta sebagai salah satu provinsi yang telah memiliki peraturan daerah No. 4 Tahun 2012 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, ternyata juga tak luput dari persoalan serupa, sehingga tak mengejutkan apabila masih banyak ditemui kasus diskriminasi di berbagai sektor seperti; pendidikan, pekerjaan, pemerintahan, sosial, dan sebagainya. Kompleksitas dari persoalan yang tak kunjung usai kemudian di respons oleh Muhammadiyah untuk dapat terlibat langsung dalam memberdayakan kaum disabilitas. Terlibatnya Muhammadiyah dalam ranah pemberdayaan tentunya menjadi kajian menarik, mengingat selama ini basis gerakan Muhammadiyah lebih pada bidang; keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial, yang mana semua itu tercermin dari banyaknya amal usaha Muhammadiyah. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, tulisan ini berupaya untuk menjelaskan dan mengeksplorasi lebih dalam terkait upaya Muhammadiyah tersebut. Pengumpulan data penulis lakukan dengan wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan yang Muhammadiyah lakukan telah berhasil menghantarkan kelompok disabilitas dampingannya kepada kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Berdasarkan pada asset endowment yang telah dijabarkan, keseluruhan aspek telah Muhammadiyah lakukan dan penuhi dengan baik. Tantangan yang paling terasa dalam pemberdayaan adalah terkait manajemen waktu karena adanya latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda diantara masing-masing personil Muhammadiyah. Selain itu, adanya tantangan pada faktor internal yang diluar desain kajian penelitian yakni; terkait disimilaritas individu dalam pekerjaan dan pemberdayaan, serta tidak adanya regenerasi dan terlalu eksklusifnya KSP Bank Difabel, menjadi temuan menarik dalam penelitian ini.
This study aimed to explore the dynamics of Muhammadiyah in empowering disabilities by presenting; empowerment process, indicators of success, and challenges faced in the field. The continuing number of discrimination cases in Indonesia towards disability implies that the problem of handling disability is still not resolved properly, even though the government has a policy instrument to protect and guarantee the rights of persons with disabilities. Even though the issue of discrimination has become a frightening specter for persons with disabilities in living their lives. D.I. Yogyakarta as one of the provinces that have a regional regulation No. 4 of 2012 concerning the protection and fulfillment of the rights of persons with disabilities, apparently also did not escape from similar problems, so it is not surprising that there are still many cases of discrimination in various sectors such as; education, work, government, social, and so on. The complexity of the problems that have not been resolved was then responded by Muhammadiyah to be able to be directly involved in empowering the disabled. The involvement of Muhammadiyah in the realm of empowerment is certainly an interesting study, considering that the Muhammadiyah movement has been based more on the field; religious, educational, health, economic, and social, which are all reflected in the many charitable efforts of Muhammadiyah. Using a case study design and qualitative approach, this paper attempt to explain and explore more deeply the Muhammadiyah efforts. Data collection was done through in-depth interviews, field observations, documentation, and literature. This study concludes that the empowerment of Muhammadiyah has succeeded in delivering the disability groups to a much better life than before. Based on the endowment assets that have been described, all aspects have done by Muhammadiyah fulfilled well. The most felt challenge in empowerment is related to time management because of the different work backgrounds among Muhammadiyah personnel. In addition, there are challenges to internal factors that are beyond the design of research studies namely; related to the individual's dissimilarity in work and empowerment, as well as the absence of regeneration and too exclusive the KSP Bank Difabel is an interesting finding in this study.
Kata Kunci : Pemberdayaan, Disabilitas, Muhammadiyah