ANALISIS EKONOMI PELAKSANAAN UJI COBA TEBANG JALUR TANAM INDONESIA (TJTI) (Studi Kasus PT INHUTANI II Sub Unit Teluk Repayang, Kalimantan Selatan)
SORAYA ISFANDIARI, Achmad Sumitro, Nunuk Supriyatno
1995 | Skripsi | S1 KEHUTANANSistem silvikultur merupakan sarana utama untuk mewujudkan hutan dengan struktur dan komposisi yang dikehendaki. TJTI merupakan alternatif modifikasi dari TPTI untuk meningkatkan volume tebangan dari hutan alam tidak seumur pada dataran rendah dengan rata-rata kelerengan di bawah 40%. - TJTI dilakukan dengan cara membuka areal selebar tertentu dalam bentuk jalur dengan menebang pohon berdiameter 20 cm ke atas sehingga sinar matahari dapat mencapai permukaan tanah. Penelitian mengenai TJTI ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pelaksanaan Uji Coba TJTI sehingga dapat mengambil manfaat yang diperoleh baik dari segi finansial maupun ekonomi berdasarkan biaya-biaya yang telah dikeluarkan dari masing-masing tahap kegiatannya. Data yang digunakan diambil dari tahun produksi 1993/1994 yang meliputi data biaya, pendapatan dan penunjang dari kondisi lingkungan setempat. Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa pelaksanaan TJTI akan memberikan benefit dengan batas IRR yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem TPTI pada areal Sub Unit Teluk Kepayang. Hasil ini dipengaruhi oleh komposisi kayu kelas diameternya. Apabila potensi kayu kelas diameter 50 cm ke atas kurang dari 60% dari rata rata potensi produksi pada hutan alam (minimal 40 M3/Ha), maka TJTI akan memberikan nilai kriteria investasi, baik NPV , BCR maupun IRR yang lebih tinggi dibandingkan sistem TPTI. Pelaksanaan TJTI pada dasarnya harus memperhatikan potensi kelas diameter 50 cm ke atas yang rendah dan topografi yang rata.
Kata Kunci : Analisis ekonomi, silvikultur, tebang jalur tanam Indonesia