Dinamika Place Identity dan Partisipasi Kewarganegaraan di Warung Kopi Tradisional
MUHAMMAD NAJIH, Wenty Marina Minza
2019 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGIRuang publik merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia, meskipun demikian akses terhadap ruang publik seringkali terbatas karena adanya akuisisi atau klaim kepemilikan pihak tertentu sehingga berujung kepada diskriminasi. Imbasnya, klaim tersebut tidak menempatkan manusia sebagai subjek yang bebas, setara dan bagian dari warga negara yang sah, sehingga realitas diskriminatif tersebut menyebabkan pihak yang terdiskriminasi mencari ruang lain untuk dapat membangun identitas di dalamnya. Berdasarkan atas hal tersebut, penelitian ini ingin mencari dinamika bagaimana place identity terhadap sebuah ruang publik, yaitu warung kopi dapat menjadi sarana partisipasi kewargenegaraan bagi individu di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Melalui purpossive sampling dan dilanjutkan dengan snowball sampling, maka data yang dikumpulkan bersifat homogen dengan mengambil 15 informan, 5 di antaranya merupakan informan pelaku dan 10 orang merupakan informan tahu. Hasil penelitian ini menemukan bahwa social exclution yang didukung oleh cultural value organisasi yang menjadikan warung kopi sebagai tempat melakukan kaderisasi menjadi anteseden atas terbangunnya place identity individu terhadap sebuah ruang publik yaitu warung kopi. Selain itu, sebagai alternative space warung kopi merupakan ruang terbuka yang menempatkan setiap individu pada level yang setara, dan hal ini adalah bagian terkecil dari pengakuan terhadap status kewarganegaraan seseorang.
Public space is one of the most important parts of human life, however access to public space is often limited due to acquisition or ownership claims of certain parties that lead to discrimination. As a result, the claim does not place humans as subjects that are free, equal and part of legitimate citizens, so that the reality causes the discriminated parties to seek other spaces to be able to build identity in them. Based on this, this study wants to find the dynamics of how place identity towards a public space, namely a coffee shop can be a means of civic participation for individuals in it. This study uses a qualitative method with an ethnographic approach. Through purposive sampling and continued with snowball sampling, the data collected is homogeneous by taking 15 informants, 5 of whom are perpetrators and 10 people are known informants. The results of this study found that social exclusion supported by the cultural value of the organization that made coffee shops as a place to carry out regeneration became antecedent for the establishment of individual place identities for a public space, namely a coffee shop. In addition, as an alternative space, a coffee shop is an open space that places every individual at an equal level, and this is the smallest part of the recognition of one's citizenship status.
Kata Kunci : alternative space, citizenship, place identity, public space, coffee shop