Laporkan Masalah

Menyelamatkan Alam dalam Novel Partikel Karya Dewi Lestari dalam Narasi Relasi Gender dengan Alam sebagai Wacana Rekontruksi Identitas

RIA MAHA PUTRI, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA.

2019 | Tesis | MAGISTER SASTRA

Penelitian ini berjudul Menyelamatkan Alam dalam Novel Partikel Karya Dewi Lestari dalam Narasi Relasi Gender dengan Alam sebagai Wacana Rekontruksi Identitas. Dalam penelitian ini penulis fokus dengan sistem masyarakat mengenai relasi gender yang ada di masyarakat dengan alam. Selama ini, masyarakat mengontruksi bahwa perbedaan gender memengaruhi relasi antara manusia dan alam. Gender dikaitkan masyarakat ke dalam dua karakter feminin dan maskulin yang selama ini memengaruhi relasi bagaimana perempuan dan laki-laki bersikap dengan alam. Laki-laki dianggap tinggi (superior) sehingga terpisah dengan alam, sedangkan perempuan memiliki kedekatan dengan alam karena memiliki kedudukan yang sama dengan alam,yakni sama-sama imperior. Akan tetapi, dalam novel Partikel (2016) karya Dewi Lestari, penulis menemukan hal yang unik dan berbeda. Setelah direkontruksi relasi gender dengan alam, penulis mendapatkan jawaban bahwa gender bukan merupakan faktor yang memengaruhi kedekatan atau keterpisahan seseorang dengan alam. Penulis juga mendapatkan kesimpulan untuk membangun relasi yang harmonis dengan alam manusia seharusnya dapat memahami alam dengan holistic. Melalui pemikiran ekofeminisme, menurut Marti Kheel (1993) dengan konsep holisitic environment, manusia dan alam memiliki relasi yang utuh atau satu. Tetapi, pemikiran dualistic Baratlah yang membuat pembagian perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan diasosiasikan memiliki kedekatan dengan alam dibandingkan laki-laki yang dianggap berjarak (separation). Oleh sebab itu, penulis membuat rekontruksi identitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Dee memunculkan kesadaran gender melalui narasi karya yang dia buat bahwa baik laki-laki dan perempuan mampu memiliki ikatan relasi yang dekat dengan alam. Melalui karya sastra, pemikiran yang memarginalkan seperti relasi antara laki-laki yang berkuasa di alam dan perempuan dapat berubah serta dapat memunculkan wacana baru dalam perspektif alternatif, ketika melihat sebuah fenomena yang terjadi di masyarakat. Melalui novel Partikel, Dee memunculkan kritik mengenai realistas sosial yang menyebabkan relasi antara manusia dan alam berjarak (separation) dia memunculkan narasi baru yang memunculkan kedekatan humans dan non-humans secara holistic agar separation antara humans dan non- humans yang berjarak, tidak lagi terjadi sebagai narasi kontruksi yang dilanggengkan masyarakat. Melalui rekontruksi ternyata laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki relasi yang terjalin dekat dengan alam. Melalui pemaham holistic. Pemahaman secara holistic dapat dipahami dengan membangun sensitivitas diri dalam membaca keseluruhan fenomena yang terjadi di masyarakat mengenai relasi gender antara manusia dan alam. Holistic, yaitu memahami secara keseluruhan, artinya diharapkan manusia mampu melihat, merasakan, dan mendengar alam. Hal ini, dapat diperoleh dengan cara memosisikan diri kita sebagai bagian dari satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan alam.

This research focused on Saving the Nature in the Partikel novel by Dewi Lestari as the naration of the relationship between gender and nature as an identity reconstruction discourse. In this research, the researcher analyzed social system on gender relationship existing in society and nature. Up to this time, society constructed that gender difference affected the relationship between human and nature. Gender was socially categorized into two characters, namely feminine and masculine, that had influenced how men and women should behave to nature. Men were regarded as superior, or separated from nature; while women were more intimate to nature due to their equal position: inferiority.However, in the Partikel novel (2016) by Dewi Lestari, the researcher met several different findings. After reconstructing the relationship between gender and nature, the researcher figured out that gender was a factor affecting closeness or separation between human and nature. The researcher also found out that to establish a harmonious relationship with nature, human should have understood nature in a holistic way.Through ecofeminist thoughts by the holistic environment concept, Marti Kheel (1993) argued that human and nature had a whole or united relationship. However, the Western dualistic thought created difference between men and women. Women were associated to have intimacy with nature; while men were separated. Hence, the researcher conducted an identity reconstruction. The findings indicated that Dee created gender awareness through her narration conveying that men and women could have a close relationship with nature. Through literatures, our thoughts marginalizing the relationship between men with their superiority on nature and women might change and produce a new discourse in an alternative perspective while we were observing a phenomenon occurring in a society. Through the Partikel novel, Dee wrote a critique on social reality causing separated relationship between human and nature. Her critique was in the form of holistic narration depicting the intimacy between human and non-human, hence eliminating the separation between them. By the reconstruction, men and women had an equal, close relationship to nature in a holistic perspective. Holistic perspective could be earned by building self-sensitivity in reading the whole, social phenomenon of gender relationship between human and natue. Holistic perspective demanded us to understand the whole matter. We had to observe, feel, and listen to nature by positioning ourselves as parts of a unity inseparable from nature.

Kata Kunci : Holistic, gender, environment, kontruksi, rekontruksi, superior, imperior, ekofeminisme.

  1. S2-2019-390418-abstract.pdf  
  2. S2-2019-390418-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-390418-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-390418-title.pdf