Laporkan Masalah

Analisis Pemanfaatan Ruang Kegiatan Perdagangan dan Jasa di Jalan Yogya-Wates

FAISAL RIZKI PRATAMA, Dr. Luthfi Muta'ali S.Si., M.T.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Jalan arteri primer Yogya-Wates merupakan jalan yang menghubungkan antara Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Kulonprogo dan sebaliknya. Sebagai jalan trans nasional Jalan ini memiliki volume lalu-lintas yang tinggi dan diharapkan sebagai pemicu perkembangan wilayah disekitarnya. Dalam dokumen rencana tata ruang disebutkan bahwa araea disekitar jalan arteri primer merupakan penggunaan lahan aktfitas perdagangan dan jasa. Perkembangan aktifitas perdagangan dan jasa di sepanjang jalan arteri primer ini akhirnya bisa disebut sebagai pola perdagangan dan jasa ribbons area. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kuantitatif terhadap observasi lapangan dan wawancara kuisioner. Teknik sampling yang digunakan yaitu Cluster sampling dan Stratified random sampling. Sampling kluster didasarkan atas batas administrasi Kecamatan Sedayu dan Kecamatan Gamping. Sedangkan untuk Staratified random sampling menggunakan proporsi jenis aktifitas perdagangan dan jasa. Dari hasil penelitian aktifitas perdagangan dan jasa di jalan arteri primer Yogya-Wates didominasi oleh rumah makan/warung makan dan jasa kendaraan seperti bengkel kendaraan dan spare part kendaraan memeiliki proporsi sebesar 40,6%. Beberapa titik lokasi menunjukan intensitas perdagangan dan jasa yang lebih tinggi dibanding area lain antara lain di segmen km 5-km 6 dan segmen km 10-km 11. Sedangakan preferensi lokasi yang digunakan oleh pelaku usaha terdapat dua jenis yaitu preferensi geografis dan non geografis. Preferensi geografis yang dipertimbangkan pelaku usaha antara lain kedekatan dengan jalur transportasi dan kedekatan dengan tempat tinggal. Sedangkan untuk prefernsi non geografis salah satunya prospek nilai lahan akibat adanya pembangunan bandara baru di Kabupaten Kulonprogo.

The primary arterial road Yogya-Wates is the road that connects the city with Kulon Progo Regency. As trans national road has a high traffic volume and expected as a trigger for the development of the surrounding area. In the spatial plan document mentioned that araea surrounding arterial road is the primary land use of commercial and services activities.The development of commercial and services activities in all primary arterial road was eventually referred to as patterns ribbons area. The method in this study is quantitative descriptive analysis of field observations and questionnaire interviews. The sampling technique is using cluster sampling and stratified random sampling. Cluster sampling are based on the administrative boundaries of Sedayu District and Gamping District. Whereas for Staratified random sampling uses the proportion of types of commercial and service activities. From the results of research activities of trade and services in the primary arterial road of Yogyakarta-Wates is dominated by restaurants/food stalls and vehicle services such as repairing vehicles and vehicle spare parts had a huge proportion of 40.6%. While some point location indicates the intensity of trade and services are higher than other areas, among others, in the segment of km 5-km 6 and segment 10-km 11 km. While the preference of location used by the perpetrators of the attempt there are two types of geographical preferences i.e. geographical and non. geographical preferences are considered trade, among others, proximity to public transportation and proximity to residences. As for the prefernsi of non geographic one prospect the value of land due to the construction of the new airport in Kulon Progo Regency.

Kata Kunci : Jalan arteri primer, Perdagangan dan jasa pola ribbons , Preferensi lokasi/ Artery primary road, Commercial ribbons area , Location preferency

  1. S1-2019-366209-abstract.pdf  
  2. S1-2019-366209-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-366209-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-366209-title.pdf