Laporkan Masalah

Dampak Relokasi Pedagang Bagi Pengembangan Kelembagaan Sunday Morning Universitas Gadjah Mada

AHMAD GHOZALI, Dra. Agnes Sunartiningsih, M.S.

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Sunday Morning merupakan salah satu manifestasi ekonomi kerakyatan yang ada di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Dewasa ini Sunday Morning telah mengalami banyak perubahan sebagai kegiatan ekonomi kerakyatan. Perubahan tersebut merupakan dampak dari diresmikannya relokasi pedagang pada tahun 2017. Pedagang merupakan aktor penting dari berlangsungnya kegiatan perekonomian di Sunday Morning, namun dengan adanya relokasi pedagang memberikan dampak pada pengembangan kelembagaan Sunday Morning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripstif. Metode ini dipilih guna menjelaskan secara lebih dalam tentang fenomena yang ingin diteliti. Teknik penentuan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima belas orang dengan penjelasan sebagai berikut. Dua orang informan sebagai pengurus KOMPPAS, satu orang sebagai staf Direktorat SDM UGM, satu orang Ketua RT 05 Kampung Karangmalang, lima orang dari pihak Paguyuban Pedagang Sunday Morning, satu orang volunteer kegiatan sosial, satu orang penjaga parkir, dua orang pedagang umum, satu orang pedagang mahasiswa dan tiga orang pengunjung. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, interview mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relokasi pedagang Sunday Morning tahun 2017 memiliki dampak pada pengembangan kelembagaan Sunday Morning secara signifikan. Dampak perubahan kelembagaan di Sunday Morning dirasakan pedagang adalah meningkat dan meluasnya jumlah pedagang, semakin mudahknya akses fasilitas pedagang, kelompok pedagang sudah terintegrasi menjadi satu wadah, pedagang mahasiswa mendapatkan hak yang sama sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama, semakin sedikitnya oknum-oknum peremanisme. Selain dampak postif terdapat juga dampak negatif daripada kondisi sosial yaitu interaksi sosial antar pedagang yang tidak baik, hubungan pedagang yang tidak baik dengan masyarakat Kampung Karang Malang, dan tidak terstruktunya komposisi pedagang pada jenis usaha. Selain itu, pedagang tidak merasakan persaingan yang ketat dari adanya perluasan Sunday Morning dan beberapa pedagang merasakan peningkatan pendapatan karena lokasi lebih baik dibandingkan dengan lokasi sebelumnya. Dampak negatif relokasi pedagang pada adalah meningkatnya jumlah uang kebersihan, beberapa pedagang merasakan penurunan pendapatan karena lokasi yang tidak begitu strategis seperti sebelumnya. Untuk mengatasi hal tersebut sebaiknya pihak Universitas Gadjah Mada bersama dengan Paguyuban Pedagang Sunday Morning melakukan diskusi dengan warga Kampung Karang Malang. Selain itu, pihak Universitas Gadjah Mada sebagai regulator perlu melakukan pendekatan dengan pelaku Sunday Morning untuk mengurangi tindakan premanisme.

Sunday Morning is one manifestation of a people's economy in the environment of the University of Gadjah Mada. Today Sunday Morning has undergone many social changes as economic activity. Such changes resulted from the launch of the relocation of traders in 2017. Traders are important actors of the ongoing economic activities in Sunday Morning, but with the relocation of traders have an impact on the social and economic condition of the merchant. This study uses qualitative research methods with descriptive approach. This method was chosen in order to explain more about the phenomenon to be observed. The technique of determining informants is done using a purposive method. Informants in this study amounted to fifteen people with the following explanation. Two informants as caretaker KOMPPAS, one person as the staff of the Directorate of HR UGM, one Chairperson of Neighborhood Unit 05 Kampung Karangmalang, five people from the Sunday Morning Traders Association, one volunteer social activity, one parking guard, two general merchants, one person student traders and one visitor. Data collection in this study uses observation techniques, in-depth interviews, documentation, and literature studies. The results of this study indicate that the relocation of traders Sunday Morning in 2017 had a positive and the negative impact on the social and economic conditions of the traders. On the social conditions, the positive impact is felt by traders are increasing and escalating number of merchants, easier access facilities merchants, merchant groups have been integrated into a single container, merchant students have the same rights in accordance with the Collective Bargaining Agreement, there are fewer elements of peremanism. In addition to positive impacts, there are also negative impacts on social conditions, interaction between traders who are not good, bad merchant relations with the people of Karangmalang Village, and the lack of composition of traders in the type of business. The positive impact of relocation of traders based on economic conditions is that traders do not feel intense competition from the expansion of the Sunday Morning and some traders feel an increase in income because the location is better than the previous location. The negative impact of trader relocation on economic conditions is the increasing amount of cleaning money, some traders feel reduction in income because the location is not as strategic as before. To overcome this problem, it is better for the Gadjah Mada University together with the Sunday Morning Traders Association to hold discussions with the residents of Karangmalang Village. In addition, the Gadjah Mada University as a regulator needs to approach the Sunday Morning actors to reduce acts of premanism.

Kata Kunci : pengembangan kelembagaan, relokasi, pedagang

  1. S1-2018-364848-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364848-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364848-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364848-title.pdf