KONSTRUKSI PARIWISATA DALAM MASYARAKAT YANG BERLATAR SYARIAH ISLAM DI BANDA ACEH
HERIANI, Prof. Dr. M.Baiquni, MA.; Dr. Ir. Djoko Wijono, M.Arch. ; Yulia Arisnani Widyaningsih,MBA.,Ph.D.
2019 | Disertasi | DOKTOR KAJIAN PARIWISATAPariwisata dan Syariah Islam adalah dua hal yang sangat berbeda dan beberapa pihak menganggap keduanya saling bertentangan. Syariah Islam terkadang dipandang sebagai salah satu hal yang dapat menghambat pengembangan pariwisata. Demikian sebaliknya pariwisata dikhawatirkan akan membawa pengaruh negatif bagi pelaksanaan Syariah Islam yang ada. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui pandangan pemangku kepentingan pariwisata di Banda Aceh dalam melihat dua fenomena yang ada dan berkembang di Banda Aceh tersebut. Penelitian disertasi ini bertujuan untuk menggali bagaimana makna Pariwisata terbangun dalam masyarakat dengan Syariah Islam di Banda Aceh serta menemukan konsep atau teori lokal yang merupakan wujud relasi pariwisata dan Syariah Islam di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam tidak terstruktur terhadap informan kunci sambil mengkonfirmasi dengan melakukan observasi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangku kepentingan pariwisata memiliki pemaknaan Pariwisata yang beragam dan konstruksi makna yang terbentuk tersebut merupakan sesuatu yang dialami, dirasakan, diyakini dan diinginkan oleh mereka. Tema-tema yang terbentuk dari penggalian akan makna pariwisata dalam latar masyarakat dengan Syariah Islam tersebut menemukan suatu teori lokal yang menggambarkan relasi antara keduanya yaitu Pariwisata sebagai media harmonisasi Syariah Islam di Banda Aceh. Teorisasi tersebut harapannya dapat menjadi rujukan untuk merumuskan kebijakan pariwisata di Banda Aceh dan diimpementasikan ke dalam bentuk yang lebih teknis dan operasional ke depannya, sehingga kebijakan pariwisata yang diterapkan merupakan akumulasi pemaknaan, pemahaman dan harapan pemangku kepentingan pariwisata akan kearifan lokal, dan kondisi dan kebutuhan pariwisata di daerahnya.
Tourism and Islamic Sharia are two very different things and some parties consider them to be mutually contradictory. Islamic Sharia is sometimes seen as one of the things that can hamper tourism development. Likewise, tourism is feared to bring negative effects to the implementation of existing Islamic Sharia. Therefore, it is very important to know the views of tourism stakeholders in Banda Aceh in looking at two existing and developing phenomena in Banda Aceh. This dissertation study aims to explore how tourism is built in a society with Islamic Sharia in Banda Aceh and find local concepts or theories which are manifestations of tourism relations and Islamic Sharia in Banda Aceh City. This study uses qualitative research methods with a phenomenological approach. Data collection techniques were conducted by in-structured in-depth interviews with key informants while confirming by conducting observations at the study site. The results of the study show that tourism stakeholders have a diverse meaning of tourism and the construction of meaning that is formed is something that is experienced, felt, believed and desired by them. The themes that are formed from the excavation of the meaning of tourism in the background of society with Islamic Sharia find a local theory that describes the relationship between the two namely Tourism as a medium of harmonization of Islamic Sharia in Banda Aceh. Theorization is expected to be a reference for formulating tourism policy in Banda Aceh and implemented in a more technical and operational form in the future, so that the tourism policy implemented is an accumulation of tourism stakeholders' understanding, understanding and expectations of local wisdom, and the conditions and needs of tourism in the area.
Kata Kunci : Pariwisata, Syariah Islam, Pemangku Kepentingan, Fenomenologi.(Tourism, Sharia, Stakeholders, Phenomenology)