Laporkan Masalah

Asosiasi antara Akses terhadap Ruang Publik dan Kesehatan Mental pada Anak di Yogyakarta

AMALIA KHOIRI NISA, Dr. Amelia Maika, S.Sos., M.A.

2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Meningkatnya pertumbuhan penduduk kota yang tidak bisa dibendung menjadikan perkembangan pada kota terus menerus dilakukan. Pembangunan kota yang terus menerus dilakukan mengakibatkan berkurangnya lahan yang diperuntukan untuk ruang publik bagi masyarakat kota, termasuk anak-anak. Anak-anak merupakan masa depan bagi bangsa. Perkembangan pada anak otomatis menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh pemerintah. Salah satu yang dapat mempengaruhi perkembangan pada anak ialah kesehatan mental pada anak. Melalui penelitian ini, peneliti ingin melihat asosiasi antara mengakses ruang publik dengan kesehatan mental pada anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis data primer, data yang diperoleh dari penelitian ini diolah menggunakan aplikasi pengolah data STATA. Responden dalam penelitian ini berjumlah 84 responden yang merupakan anak-anak berusia 13-14 tahun dan tinggal di kota Yogyakarta. Pada bagian kesehatan mental, kesehatan mental responden diukur menggunakan skala Kessler 10 atau K10. Uji yang dilakukan pada penelitian ini ialah uji chi square dan regresi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat asosiasi yang signifikan antara mengakses ruang publik dengan kesehatan mental pada anak-anak. Akan tetapi, terdapat asosiasi yang signifikan antara variabel dengan siapa responden mengunjungi ruang publik dengan variabel kesehatan mental.

The rising of urban population growth which cannot be contained makes the developments in the city are continuously carried out. They have reduced the amount of land designated as public room for urban people, including children. Children are the future of a country. The growth of children automatically becomes one of governments attention. One of the thinks which can affect the growth of children is their mental health. In this research, the researcher aims to see the association between accessing public room with childrens mental health. This research used quantitative method with primer data analysis, the data obtained from this study were processed using STATA data processing application. This study has 84 respondents, which are children in their 13-14 and live in Yogyakarta city. For the mental health section, the respondents mental health was measured with Kessler 10 scale or K10. The test used in this study was chi square test and regression. The result shows that there is no significant association between accessing public room with childrens mental health. However, there is significant association between with whom respondents visit the public room variable with mental health variable.

Kata Kunci : Ruang Publik, Kesehatan Mental, Kessler 10, anak-anak

  1. S1-2019-369696-abstract.pdf  
  2. S1-2019-369696-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-369696-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-369696-title.pdf