Laporkan Masalah

Keterlibatan Generasi Milenial dalam Kegiatan Relawan di Bidang Teknologi Informasi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

KARTIKA WULANJANI, Dra. Susi Daryanti,M.Sc.; Suzanna Eddyono,S.Sos., M.A., Ph. D.; Mbak Eka Zuni Lusi A., S.Sos, M. A.

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Generasi milenial ialah sebutan untuk mereka yang lahir pada tahun 1982-2004 saat teknologi informasi mengalami perkembangan pesat. Mereka memiliki kemampuan lebih di dunia teknologi informasi atau gadget. Mereka cenderung tertarik menyuguhkan tampilan yang berhubungan dengan kesukaan, citra diri, serta apapun yang menggambarkan tentang dirinya melalui media sosial. Kegemaran mereka dalam menggunakan media sosial tidak selalu menyebabkan dampak negatif yang berujung pada ketergantungan. Bermedia dengan takaran secukupnya dan mengarahkan pada hal yang positif juga dapat dilakukan oleh generasi milenial. Hal ini sesuai dengan konsep kesegeraan (immediacy) yang menjelaskan kemajuan teknologi informasi tidak sepenuhnya menyebabkan manusia berpikir serba instan justru dapat duduk berdampingan dengan kebudayaan sehingga menciptakan suasana yang harmonis di antara keduanya. Sama halnya dengan tujuan penelitian yaitu untuk memaparkan proses-proses keterlibatan generasi milenial dalam kegiatan sosial sebagai relawan. Proses keterlibatan generasi milenial dalam kegiatan relawan dibagi menjadi tiga tahapan. Tiga tahapan dijelaskan menggunakan konsep framing yang membantu membingkai gerakan sosial baru generasi milenial dalam melawan kemiskinan pengetahuan teknologi masyarakat. Adapun peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan. Informan berjumlah 5 orang yang terdiri dari 2 pihak manajemen CGen Sleman (pengurus inti) dan 3 pihak relawan. Kelima informan memiliki rentang usia yang termasuk ke dalam kelompok generasi milenial. Peneliti melakukan wawancara mendalam tentang penggunaan media sosial secara pribadi dan untuk kepentingan komunitas, penyesuaian karakter diri sehingga membentuk sistem kinerja antar individu serta komunitas yang baik, mewujudkan program kerja berupa gerakan kolaborasi. Hasil penelitian ini mengindikasikan proses keterlibatan generasi milenial yang dibingkai dalam konsep framing berhasil membentuk alur cerita berupa 3 tahapan. Tahapan tersebut berawal dari proses penggunaan media sosial yang menghasilkan generasi milenial yang cerdas dalam memilah informasi dari media elektronik, lalu pada tahap kedua proses penyesuaian karakter serta visi dan misi diri yang ternyata hampir semua anggota memiliki kesamaan di keduanya sehingga menghasilkan kerja sama baik dan profesional. Tahap terakhir, proses perwujudan generasi milenial melalui program kerja kolaboratif sebagai bentuk keberhasilan gerakan sosial di bidang pemberdayaan teknologi informasi untuk masyarakat sekitar dalam rangka menuju kota cerdas.

Milennials generation is the name for those who were born at 1982-2004 when the information technology developed rapidly. They have more skills in information technology or gadgets. They tend to be interested to show something that relates to their likes, self-image, and anything that describes themselves through social media.Their hobby for using social media does not always cause negative impacts that lead to dependency. Playing social media properly and direct to positive benefits can also be done by millennials. Based on the immediacy concept, which explains that advances in information technology do not only cause people to think instantly, they can be applied with culture simultaneously without loss of both, thus creating a harmonious atmosphere between the two of them.The same as the research objective is to describe the processes of involvement of millennials in social activities as volunteers. The process of involvement of millennials in volunteer activities is divided into three phases. Three phases are explained using the concept of framing which helps frame the new millennials social movements against the lack of society technology knowledge. The researchers used a qualitative method with purposive sampling technique to determine the informants. There were 5 informants consisting of 2 management members of CGen Sleman (CGen management) and 3 volunteers. The five informants have an age range that belongs to the millennials group. The researcher carries out in-depth interviews about the use of own social media and for the benefit of the society, adjusting the character of the self so it will form a good work system between individuals and society, realizing work programs in the form of collaboration movements. The results of this research indicate the process of involvement of millennials generation framed in the a framing concept can produce a storyline in the form of 3 phases. A phase that start from the process of using social media generates an millennials generation which have skill in sorting information from electronic media, then in the second phase, there is a character, vision and mission adjustment process of themselves which is actually almost all members had similarities in both of them resulting in good and professional team work. The last phase, the process of creating millennials through collaborative work programs as a form of successful social movements in information technology empowerment for the surrounding society in case of reaching a smart city.

Kata Kunci : generasi milenial, relawan, media sosial

  1. S1-2018-364662-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364662-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364662-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364662-title.pdf