Laporkan Masalah

Peran Preferensi pada Musik Rock terhadap Tingkat Penggunaan Musik Rock dalam Suasana Hati Negatif Emerging Adults

ZAFIRA AYUSTI ABRAR, Esti Hayu Purnamaningsih, Dr., M.S., Psikolog

2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Akibat ketidakjelasan peran dan status yang dimiliki, emerging adults mengalami keresahan emosional berkepanjangan sehingga rentan berada dalam suasana hati negatif. Mereka berusaha memperbaikinya dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan musik. Dari berbagai genre musik yang ada, rock merupakan genre yang secara umum membuat pendengarnya merasa gelisah dan tegang karena identik dengan suara-suara keras, bising, dan acak-acakan. Namun demikian, tidak sedikit emerging adults penggemar musik rock justru menggunakan musik rock ketika berada dalam suasana hati negatif karena dianggap mampu membuat mereka merasa lebih baik. Penelitian kuantitatif ini bertujuan mengetahui peran preferensi pada musik rock terhadap tingkat penggunaan musik rock dalam suasana hati negatif emerging adults. Skala yang digunakan adalah Short Test Of Music Preference (STOMP) dan Music in Mood Regulation (MMR). Subjek penelitian berjumlah 449 orang yang merupakan penggemar musik berusia 18 – 25 tahun dan berdomisili di DIY, sementara analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa preferensi pada musik rock secara signifikan mempengaruhi tingkat penggunaan musik rock dalam suasana hati negatif emerging adults, dengan (F(1,447) = 571,070; p < 0,05), dan R2 = 0,561. Preferensi pada musik rock dapat memprediksi tingkat penggunaan musik rock dalam suasana hati negatif emerging adults sebesar 56,1%; sementara sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar preferensi pada musik rock. Maka, dapat disimpulkan bahwa preferensi pada musik rock berperan penting dalam menentukan apakah emerging adults menggunakan musik rock ketika berada dalam suasana hati negatif atau tidak.

Due to their unclear roles and status, emerging adults experience prolonged emotional unrest that makes them vulnerable to negative moods. They try to fix it by using many tools, including music. Of the various genres of music that exist, rock is a genre that generally makes the listener feels anxious and tense because of its chaotic, loud, and noisy sounds. However, many of emerging adults rock fans using rock music when they are in negative moods due to its ability to make them feel better. This quantitative study aims to examine the role of rock music preference towards level of rock music use in negative moods of emerging adults. The scales used in this study are Short Test Of Music Preference (STOMP) and Music in Mood Regulation (MMR). The subjects are 449 music fans aged 18 – 25 years who live in DIY, while data analysis performed using simple linear regression technique. The result shows that rock music preference significantly able to predict level of rock music use in negative moods of emerging adults, with (F(1,447) = 571,070; p < 0,05), and R2 = 0,561. Preference in rock music can predict level of rock music use in negative mood by 56,1%; while the other 43,9% are gained through other variables. Thus, it can be concluded that rock music preference plays an important role in determining whether emerging adults use rock music when they are in a negative mood or not.

Kata Kunci : emerging adults, musik rock, preferensi musik, regulasi suasana hati, suasana hati negatif

  1. S1-2019-362433-abstract.pdf  
  2. S1-2019-362433-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-362433-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-362433-title.pdf