Laporkan Masalah

ANALISIS BUDAYA KESELAMATAN PASIEN PADA KLINIK PRATAMA DI WILAYAH KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH

M JUANG SAPUTRA, Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, M.Sc., DCN; Dr. dr. Wahyudi Istiono, M.Kes

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KEDOKTERAN KLINIS

Latar Belakang: Keselamatan pasien saat ini menjadi perhatian utama dalam berbagai pelayanan kesehatan. Setiap langkah dalam proses pemberian pelayanan pada tingkatan fasilitas kesehatan apapun mengandung resiko akan terjadinya kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan. Organisasi kesehatan dunia atau WHO, menyebutkan bahwa 1 dari 10 pasien mengalami kerugian dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Dan sekitar 43 juta insiden yang berkaitan dengan keselamatan pasien terjadi setiap tahun. Telah banyak penelitian dilakukan terkait masalah keselamatan pasien di seluruh penjuru dunia. Namun sebagian besar besar masih berfokus pada penelitian keselamatan pasien dalam wilayah pelayanan kesehatan di rumah sakit, begitupun program dan kebijakan yang di keluarkan pada suatu negara. Sedangkan penelitian terkait keselamatan pasien yang berfokus pada pelayanan kesehatan primer masih sangat sedikit. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran budaya keselamatan pasien pada klinik pratama di wilayah Kabupaten Purworejo beserta hubungan antardimensi dengan menggunakan instrumen kuesioner AHRQ versi medical office. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Data diperoleh dengan melakukan pengisian langsung kuesioner oleh responden penelitian dan dianalisis secara deskriptif serta dilakukan analisis korelasi Spearman menggunakan menggunakan aplikasi STATA versi 12. Hasil: 45 responden mengikuti penelitian ini yang berasal dari sembilan klinik pratama di wilayah Kabupaten Purworejo. Sebanyak 55,56% memiliki kedudukan sebagai tenaga paramedis (perawat, bidan) pada tempat kerjanya. Masa kerja terbanyak (51,11%) responden adalah di antara satu hingga kurang dari tiga tahun. Dan waktu kerja dalam seminggu sebanyak 31,11% masih di atas 41 jam. Dari 12 dimensi budaya keselamatan pasien, dimensi kerja sama tim (97,20%) dan pelayanan pasien yang berkelanjutan (94,18%) mendapatkan respon positif yang tertinggi. Dan hanya dimensi pembelajaran berorganisasi yang mendapat respon positif paling sedikit (55,56%). Hasil yang didapatkan dari responden juga tidak berbeda jauh dengan database yang dikeluarkan oleh AHRQ dari 2.437 kantor medis pada tahun 2017. Diantara beberapa dimensi budaya keselamatan pasien yang dinilai beberapa terdapat hubungan / korelasi ( nilai p < 0,05 ), diantaranya dimensi kerjasama tim dan tekanan dalam bekerja dan ritme pekerjaan, dimensi kerjasama tim dan diskusi di kala terjadi insiden, dimensi pelatihan bagi karyawan dan proses kerja dan standardisasi, tekanan dalam bekerja dan ritme pekerjaan dan komunikasi terbuka, proses kerja dan standardisasi dan pelayanan pasien yang berkelanjutan, Dukungan manajemen dalam keselamatan pasien dan komunikasi terbuka, serta dukungan manajemen dalam keselamatan pasien dan diskusi di kala terjadi insiden. Kesimpulan: Hampir seluruh dimensi budaya keselamatan pasien di klinik pratama pada daerah Kabupaten Purworejo mendapat respon positif di atas nilai database AHRQ. Dimensi pembelajaran berorganisasi dan dimensi persepsi umum mengenai keselamatan pasien dan mutu pelayanan, dimana keduanya berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman akan keselamatan pasien dan juga berhubungan pelaporan insiden keselamatan pasien perlu mendapat perhatian dan harus ditingkatkan. Dan Terdapat hubungan / korelasi antar dimensi budaya keselamatan pasien yang dinilai.

Background: Patient safety currently was a major concern in health services. In every process of giving health services at any health facility have risk of an accident or adverse event (AE). The World Health Organization (WHO), states that 1 in 10 patients was harmed after get health services. And about 43 million incidents related to patient safety occur every year. There has been a lot of research about patient safety issues throughout the world. But most of them still focuses on hospitals, and also programs and health policies in some countries. There are still small number of research related to patient safety that focuses on primary health care. Objective: To describe the patient safety culture at the private primary care clinic and the interdimensional relationship using the Medical Office Survey on Patient Safety Culture (MOSPSC) by AHRQ. Method: This research is a quantitative research with cross sectional method. Data were obtained by filling out questionnaires by the respondents and analyzed descriptively and the Spearman�s correlation was analyzed by using the STATA 12th version application Results: 45 respondents participate this research from nine private primary care clinics in Purworejo Regency. As many as 55.56% have positions as paramedics (nurses, midwives) at their workplaces. The most work period (51.11%) of respondents is between one to less than three years. And working time in a week of 31.11% is still above 41 hours. From the 12 dimensions of patient safety culture, teamwork (97.20%) and patient care tracking / follow-up (94.18%) got the highest positive response. And only the organizational learning dimension received the least positive response (55.56%). The results obtained from respondents also similarly with database which issued by the AHRQ from 2,437 medical offices in 2017. There are some correlation between patient safety culture dimensions (p-value <0.05), teamwork and work pressure and pace, teamwork and communication about error, staff training and office processes and standardization, work pressure and pace and communication openness, office processes and standardization and patient care tracking / follow-up, owner / managing partner / leadership support for patient safety and communication openness, owner / managing partner / leadership support for patient safety and communication about error. Conclusion: Almost all dimensions of patient safety culture at the private primary care clinics in Purworejo Regency received a positive response above the AHRQ�s database. The dimensions of organizational learning and overall perceptions of patient safety and quality, both of which relate to the knowledge and understanding of patient safety and also related to reporting of incidents of patient safety, need attention and must be improved. And there is a relationship / correlation between the dimensions of patient safety culture assessed.

Kata Kunci : Keselamatan Pasien, Budaya Keselamatan Pasien, Klinik Pratama, Survei Keselamatan Pasien AHRQ Versi Kantor Medis

  1. S2-2018-388024-abstract.pdf  
  2. S2-2018-388024-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-388024-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-388024-title.pdf