Sikap Pemuda Desa terhadap Usahatani Salak Organik dan Keberlanjutannya di Kabupaten Sleman
ANI DWI WIMATSARI, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S.; Prof. Dr. Ir. Edhi Martono, M.Sc.
2018 | Tesis | MAGISTER PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNANPermasalahan regenerasi petani tidak hanya terjadi di sub sektor tanaman pangan, namun juga di sub sektor lain di bidang pertanian, yaitu hortikultura dan salah satu komoditas yang juga mengalami permasalahan yang sama yaitu salak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian, persepsi dan sikap pemuda desa terhadap usahatani salak organik, yang dengan berbagai indikator psikologis pemuda tersebut, akan dapat diketahui minat pemuda desa untuk melanjutkan usahatani salak organik sebagai salah satu upaya mengetahui potensi keberlanjutan usahatani salak organik di masa yang akan datang. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sleman, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode dasar deskriptif analitik. Total sampel penelitian yaitu 220 pemuda desa di Kecamatan Turi, Tempel dan Pakem, diperoleh dengan teknik sensus. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modeling). Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani salak organik dalam indikator sosial (minat pemuda desa untuk melanjutkan usahatani salak organik) dan ekonomi dipengaruhi secara signifikan oleh sikap pemuda desa terhadap faktor tenaga kerja, modal dan alam dalam usahatani salak organik sebesar 62,6%, serta faktor lingkungan sebesar 38,7%. Indikator yang mencerminkan faktor lingkungan pemuda desa yaitu keadaan/kondisi usahatani salak organik, pemanfaatan media baru, peran penyuluh pertanian lapangan, dan peran orangtua. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan secara signifikan mempengaruhi pembentukan sikap pemuda desa terhadap usahatani salak organik, sebesar 76,4%. Status keanggotaan pemuda desa dalam kelompok tani dan pendidikan (jumlah tahun pendidikan formal yang ditempuh) tidak mencerminkan/tidak membentuk faktor kepribadian pemuda desa.
Issues on farmer regeneration do not only happen in sub-sector of crops, but also in other sub-sector like agricultural sector, namely horticulture, and one of the commodities that also experiences the same problem is salak. This research aims to analyze the evaluation, perception, and attitude of rural youths toward organic salak farming, of which various psychological indicators of the youths can be used to identify their interest in continuing the organic salak farming as one of the efforts to find out the sustainability of organic salak farming in the future. This research is conducted in Sleman Regency by using quantitative approach and analytical descriptive method. The number of samples is 220 rural youths in Turi, Tempel, and Pakem Districts selected through census technique. The data that have been obtained is analyzed using SEM (Structural Equation Modeling). The analysis result of SEM shows that the sustainability of organic salak farming in the social indicator (rural youths’ interest in continuing organic salak farming) and economic indicator are influenced significantly by the attitude of rural youths toward workers, capital, and nature in organic salak farming as many as 62.6%, as well as environmental factor as many as 38,7%. The indicators reflecting environmental factor of the rural youths are organic salak farming condition, the role of new media, the role of agriculture extension agent, and the role of parents. Moreover, it can be concluded that environmental role influence the attitude of rural youths significantly toward organic salak farming as many as 76,4%. Membership status of rural youths in farmer groups and education (the length of time—year—of their formal education) does not reflect or does not form the personality factor of the rural youths.
Kata Kunci : Kabupaten Sleman, keberlanjutan, pemuda desa, sikap, usahatani salak organik