Laporkan Masalah

RELASI PERGULATAN A.S. LAKSANA SEBAGAI AGEN SASTRAWAN DENGAN MEDIA DALAM ARENA SASTRA INDONESIA

ANTONIUS HENDRIANTO, Dr. Wisma Nugraha C. R., M. Hum.

2018 | Tesis | MAGISTER SASTRA

Penelitian ini berfokus pada relasi pergulatan A.S. Laksana dengan Media di Arena Sastra Indonesia. Permasalahan utama yang diangkat di dalam penelitian ini, yaitu bagaimana pergulatan A.S. Laksana di Arena Sastra Indonesia dan Mengapa Karya A.S. Laksana terkonsekrasi di Arena Sastra Indonesia. Adapun teori yang digunakan untuk memecahkan persoalan yang diangkat adalah teori arena produksi kultural dari Pierre Bourdieu. Melalui teori ini hubungan antara agen-agen, habitus, dan modal-modal agen di dalam suatu arena dapat diungkapkan. Demikian juga dengan konsekrasi yang dialami oleh seorang agen di dalam sebuah arena dapat diterangkan melalui teori arena produksi kultural. Sementara metode penelitian yang digunakan untuk menganalisa data di dalam riset ini adalah strukturalisme generatif. Hasil penelitian yang dilakukan memperlihatkan bahwa A.S. Laksana memanfaatkan modal sosial, budaya, dan simboliknya untuk mencapai posisi di Arena Sastra Indonesia. Karya-karya A.S. Laksana terkonsekrasi di arena Sastra Indonesia karena menerima penghargaan dari Tempo, Pusat Pembinaan Bahasa Kemdikbud, dan pengakuan dari para agen di arena sastra Indonesia. Di samping itu, Karya A.S. Laksana terkonsekrasi karena kualitas literer atau keperajinan (keterampilan teknik bercerita) dalam membangun narasi di dalam cerpen- cerpennya dengan bahasa yang lincah dan padat.

This research focuses on Relation of A.S. Laksana struggle with Media in the Indonesian Literature Field. The main problem raised in this research is how the A.S. Laksana struggle in the Indonesian Literature Field and Why A.S. Laksana’s works were consecrated in the Indonesian Literature Arena. The theory used to solve the problem in this research is the theory of the cultural production from Pierre Bourdieu. Through this theory the relationship between agents, habitus, and agent’s capital in a Field can be expressed. In other side, the consecration experienced by an agent in an a Field can be explained through the theory of the field of cultural production. While the research method used to analyze the data in this research is generative structuralism methods. The results of the research conducted show that A.S. Laksana uses his cultural, social and symbolic capital to reach a position in the Indonesian Literature Field. A.S. Laksana and his works were consecrated in the Indonesian Literature Field because he received an award from Tempo, the Ministry of Education and Culture's Language Development Center, and recognition from other agent in Indonesian literary field. In addition, A.S. Laksana’s works were consecrated because of the literary quality or narrative crafstmanship (skill of narrative technique) in his short stories with agile and solid language.

Kata Kunci : Arena, Habitus, Modal Kultural, Media, Konsekrasi

  1. S2-2018-404348-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404348-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404348-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404348-title.pdf