ANALISIS IMPLEMENTASI ORGANISASI PEMBELAJARAN PADA BPJS KETENAGAKERJAAN
RIANI HASTUTI PUTRI, T. Hani Handoko, Dr., M.B.A,,
2018 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Globalisasi membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali pada lingkup organisasi yang menjadikannya sangat bergejolak dan penuh dengan tantangan. Kemampuan organisasi untuk belajar secara cepat menjadi kunci bagi keberhasilan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Menurut Garvin et al. (2008), hasil dari organisasi pembelajaran adalah terciptanya visi dari sebuah organisasi yang terdiri dari pegawai yang terampil menciptakan, memperoleh, dan mentransfer pengetahuannya. Orang-orang ini bisa membantu perusahaan mereka menumbukan toleransi, berdiskusi dengen terbuka, dan berfikir secara holistik dan sistemik. Organisasi pembelajaran tersebut akan mampu beradaptasi dengan akselerasi yang lebih cepat dibandingkan kompetitornya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah BPJS Ketenagakerjaan merupakan organisasi pembelajaran dan faktor-faktor yang menghambat dan mendukung organisasi pembelajaran di BPJS Ketenagakerjaan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner three building blocks of the learning organization yang dikembangkan oleh Garvin et al., (2008). Survei ini dikirimkan melalui email korporat kepada karyawan BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia yang menduduki posisi sebagai tim manajemen. Evaluasi mengenai hasil dari perhitungan survei dilakukan dengan cara wawancara kepada beberapa tim manajemen untuk mendiskusikan hasil penelitian implementasi organisasi pembelajaran dilihat dari hasil skor dan perbandingan hasil skor tersebut dengan benchmark scores. Berdasarkan rekapitulasi hasil analisis data, ditemukan bahwa BPJS Ketenagakerjaan sudah melaksanakan implementasi organisasi pembelajaran secara baik. Namun masih ditemukan beberapa subkomponen yang masih berada di bawah rata-rata benchmark score, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada subkomponen tersebut. Subkomponen yang perlu dilakukan perbaikan, yakni: terbuka pada ide-ide baru (pilar pertama), mengumpulkan informasi (pilar kedua) dan pendidikan dan pelatihan (pilar kedua).
Globalization has changed every aspect of life, including organizations which make them very turbulent and full of challanges. Learning organization is one of the key success factor for organization to stand in environmental challanges. Garvin et al. (2008) said that the result of learning organization was a compelling vision of an organization made up of employees skilled at creating, acquiring, and transferring knowledge. These people could help their firms cultivate tolerance, foster open discussion, and think holistically and systemically. Such learning organizations would be able to adapt to the unoedictable more quickly than ther competitors could. The purpose of this study was to assess whether BPJS Ketenagakerjaan is a learning organization and to identify various aspects of learning in each building block into strengths and weakness in the implementation of learning organization in BPJS Ketenagakerjaan. This study used a questionnaire research instruments were created and developed by Garvin et al. (2008). The questionnaire was sent to BPJS Ketenagakerjaan's employee who held a position as management team. The result of the questionnaires will be compared with the learning organization's benchmarks scores. Evaluation of the survey's result was conducted by interviewed several management team on the implementation of learning organization. Based on research and analysis conducted, it was found that BPJS Ketanagakerjaan has not full become implemented a learning organization. There are some subcomponents below the average benchmark scores and therefore need further improvement in future. They include: open to new ideas (the first pillar), collect information (the second pillar) and education and training (the second pillar).
Kata Kunci : organisasi pembelajaran, three building blocks of the learning organization, lingkungan belajar yang kondusif, proses dan praktik pembelajaran konkret, kepemimpinan yang mendorong pembelajaran