Validasi Modul Pelatihan "Remaja Tangguh" untuk Meningkatkan Proactive Coping Remaja dengan Risiko Tinggi Psikosis
I GEDE INDRA SURYA L, Prof. Drs. Subandi, M.A, Ph.D
2018 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIPsikosis merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa berat yang ditandai dengan hilangnya kontak dengan realita pada individu. Sekitar 400.000 jiwa di Indonesia mengalami gangguan psikosis, namun hingga saat ini belum ada model pencegahan yang dikembangkan untuk mengurangi prevalensi psikosis. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi modul "Remaja Tangguh" yang digunakan untuk mencegah berkembangnya psikosis dengan mengembangkan kemampuan proactive coping. Validasi modul dilakukan dalam dua tahap. Pertama validasi isi yang dilakukan dengan penilaian tiga orang expert. Hasil analisis menunjukkan modul memiliki validitas isi yang baik dengan nilai Aiken's V yang bergerak dari 0,67 hingga 1,00. Kedua validasi empirik dilakukan melalui eksperimen kuasi dengan rancangan wait list control group design with pre-test dan post-test design. Subjek penelitian berjumlah 18 orang remaja dengan risiko tinggi psikosis yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul Pelatihan "Remaja Tangguh" valid untuk meningkatkan kemampuan proactive coping pada remaja dengan risiko tinggi psikosis. Selain itu, peningkatan sangat signifikan terjadi pada aspek problem solving dan goal setting setelah mendapatkan pelatihan.
Psychosis is one of severe mental disorder that is characterized by loss sense of reality. Surprisingly, around 400,000 people experience psychosis in Indonesia, but until now the prevention model hasn't been developed to reduce the prevalence of psychosis. Therefore, this study aims to validate "Remaja Tangguh" training module that's used to prevent the development of psychosis by developing proactive coping abilities. Module validation was conducted in two stages. First, content validation was conducted through evaluation of three experts. Result of the analysis showed that module had good content validity with Aiken's V value moves from 0.67 to 1.00. Second, empirical validation was conducted with quasi experiment using wait list control group design with pre-test dan post-test design. We examined 18 adolescents with clinical high risk for psychosis which were divided into experimental and control groups. These result indicate that "Remaja Tangguh" training module is valid to improving proactive coping in adolescent with clinical high risk for psychosis. In addition, very significant increase was occurred after training in the problem solving and goal settings aspects of proactive coping.
Kata Kunci : risiko tinggi psikosis, proactive coping, model pencegahan