HAPPY WORK, HAPPY LIFE: MAKNA KERJA PADA PEKERJA MILENIAL BALI DI INDUSTRI HOSPITALITY
IDA AYU KARINA PUTRI, Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog
2018 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIBali dengan daya tarik pariwisata serta kearifan lokalnya menjadikan industri hospitality sebagai salah satu mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakatnya, tidak terkecuali pada pekerja generasi milenial. Industri hospitality dengan karakteristik kondisi kerjanya yang tidak fleksibel serta adanya tuntutan kultural Hindu Bali untuk mencapai tujuan dalam hidup (Catur Purusa Artha) dengan mendasarkan pada nilai keharmonisan dalam kehidupan (Tri Hita Karana) ternyata tidak mengurungkan niat pekerja milenial Bali untuk memilih bekerja di industri ini. Hal ini menjadi kontradiksi dengan karakteristik pekerja milenial yang berfokus untuk dapat menunjukkan kebermaknaan kerja pada lingkungan serta mendapatkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Fenomena inilah yang kemudian menggiring peneliti untuk mencari esensi dari makna bekerja bagi para pekerja generasi milenial Bali yang memilih untuk bekerja di industri hospitality dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Adapun proses penelitian akan mengacu pada tahapan penelitian fenomenologi dari Moustakas (1994) yaitu dengan melakukan epoche, phenomenological reduction, imaginative variation dan synthesis. Adapun esensi dari makna kerja yang dimiliki responden sebagai pekerja milenial Bali yang memilih untuk bekerja di industri hospitality adalah enjoyment namun dengan mengandung adanya pergeseran pandangan terhadap salah satu nilai adat yaitu yadnya.
Bali with the appeal of its local wisdom make hospitality industry as one of the livelihoods for most of Balinese people, including for millenial workers. Hospitality industry with its inflexible working conditions as well as cultural demand of Hindu Balinese to achieve goals in life (Catur Purusa Artha) by based on the value of harmony in the realm of life (Tri Hita Karana) but it doesn't undermine intention of Balinese millenial workers preference to work in this industry. It becomes contradiction with the characteristic millenial workers who want able to show the meaningfulness of work to their environment and has prioritize on work-life balance. Based on this phenomenon, then leaded researcher to find the essence meaning of work for Balinese millenial workers who has choose to work in hospitality industry using phenomenological qualitative approach. This research process will refer to phenomenological research stages by Moustakas (1994) i.e epoche, phenomenological reduction, imaginative variation and synthesis. Result from this study indicate the essence about meaning of work from respondent as Balinese millenial workers who works in hospitality industry refers to enjoyment but contain changes about cultural value meaning i.e yadnya.
Kata Kunci : Makna kerja; enjoyment; nilai kearifan lokal.