PENGETAHUAN PAJAK, PERSEPSI TERHADAP SISTEM PAJAK, DAN KEPATUHAN PAJAK SUKARELA: STUDI TERHADAP WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
MUHAMMAD HARFA, Abdul Halim, Prof., Dr., M.B.A., CA.;Aldiena Bunga Fadhila, S.E., M.Sc.
2018 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIMencapai kepatuhan sukarela yang tinggi merupakan bagian dari misi yang diemban oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan pemahaman yang memadai terhadap faktor-faktor yang dapat mendorong Wajib Pajak (WP) untuk patuh secara sukarela terhadap aturan perpajakan. Membangun pengetahuan pajak dan persepsi positif terhadap sistem pajak merupakan isu penting dalam mendorong dan meningkatkan kepatuhan pajak sukarela. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan gambaran yang memadai terkait pengetahuan pajak dan persepsi terhadap sistem pajak, serta peranannya dalam mewujudkan kepatuhan pajak sukarela WP Orang Pribadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner terhadap 114 responden dan wawancara mendalam terhadap 13 narasumber yang tersebar di 5 kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Statistik deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik digunakan untuk analisis data. Proses analisis data menggunakan model interaktif yang terdiri atas tiga aliran kegiatan: reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas WP Orang Pribadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa mereka mengetahui kewajiban mereka sebagai WP dan pengetahuan tentang adanya kewajiban tersebut menjadi alasan utama mereka patuh terhadap aturan perpajakan. Namun demikian, WP merasa memiliki pengetahuan pajak secara teknis yang terbatas dalam menunaikan kewajiban tersebut. Pengetahuan pajak yang terbatas dapat menimbulkan kesan bahwa sistem pajak di Indonesia kompleks, dan kompleksitas menjadi alasan utama WP enggan patuh terhadap aturan perpajakan. Penelitian ini juga memberikan informasi bahwa mayoritas WP memersepsikan sistem pajak secara positif. Sistem pajak yang dipersepsikan positif dapat mendorong kepatuhan pajak sukarela.
Achieving high voluntary compliance is a part of the missions performed by the Directorate General of Taxes. Therefore, it is necessary to have an adequate understanding of the factors that can encourage taxpayers to comply voluntarily with taxation rules. Building tax knowledge and positive perception of tax system is an important issue in encouraging and increasing voluntary tax compliance. Accordingly, this study aims to provide an adequate description of tax knowledge and perceptions of tax system and their role in realizing voluntary tax compliance of individual taxpayer in Yogyakarta Special Region Province. This study employed a descriptive research design with a qualitative research approach. Primary data were collected by distributing questionnaires to 114 respondents and in-depth interviews with 13 resource persons in 5 regencies/ cities in Yogyakarta Special Region Province. Data were analyzed descriptive statistically and presented in the form of tables and graphs. The process of data analysis used an interactive model consisting of three activities: reduction, display, and conclusion. The results of this study indicated that the majority of individual taxpayer in Yogyakarta Special Region Province was aware of their obligations as taxpayers and the knowledge of the existence of such obligations was the main reason for complying with the tax rules. However, they feel that they have limited technical tax knowledge in order to perform such an obligation well. Lack of tax knowledge can create an impression that the tax system in Indonesia is complex, and complexity is the main reason why taxpayers are reluctant to comply with the tax rules. This study also provided information that the majority of taxpayers have positive perception of the tax system. Tax system that is positively perceived can encourage voluntary tax compliance.
Kata Kunci : Kepatuhan pajak sukarela, pengetahuan pajak, persepsi, Slippery Slope Framework, Wajib Pajak Orang Pribadi, sistem pajak.