Pengaruh Engagement Terhadap Kinerja Dengan Grit Sebagai Pemoderasi
RETNO PUSPA RINI, Neila Ramdhani, Dr. M.Si., M.Ed.
2018 | Tesis | Magister ManajemenKebutuhan sumber daya manusia yang andal sangat dibutuhkan TNI mengingat tugas yang menuntut seorang anggota TNI untuk siap sedia dalam menghadapi kondisi dan situasi apa pun dalam tugasnya menjaga kesatuan negara Republik Indonesia. Sumber daya dengan kualitas seperti ini hanya dapat dihasilkan apabila dalam proses pendidikan seorang calon perwira TNI, dalam hal ini adalah Akademi Militer, dapat membuat taruna Akademi Militer engage dengan lembaga tempat mereka melaksanakan pendidikan. Kompetensi seorang Perwira TNI yang tanggap, tanggon dan trengginas menuntut taruna untuk tekun dalam proses pendidikan, ketahanan ini sangat dibutuhkan untuk dapat berhasil menyelesaikan proses pendidikan selama 4 tahun sampai dengan selesai. Kegigihan dalam mempertahankan motivasi, daya tahan fisik maupun psikologis dapat berakibat kesuksesan. Dalam konsep Duckworth, ketekunan keandalan dan daya juang ini disebut grit. Tujuan utama penelitian ini adalah menguji pengaruh variabel engagement terhadap kinerja taruna Akademi Militer. Penelitian ini juga menguji pengaruh variabel grit sebagai moderator antara variabel bebas (engagement) dan variabel terikat (kinerja). Penelitian ini dilakukan di Akademi Militer dengan sampel sebanyak sebanyak 207 taruna tingkat 4. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Moderated Regression Analysis (MRA). Dari pengujian yang dilakukan diketahui bahwa engagement secara signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja. Variabel engagement dan grit secara bersama-sama juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Penelitian ini juga membuktikan bahwa grit berperan sebagai moderator hubungan antara engagement dan kinerja. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan tingkat keterlibatan (engagement) taruna terhadap kegiatan belajar dan pelatihan yang dilaksanakan di Akademi Militer tergolong dalam kategori sedang dan tinggi. Skor grit taruna tingkat 4 Akademi Militer juga tergolong sedang dan tinggi Hal ini menjelaskan kesuksesan taruna tingkat akhir melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan di Akademi Militer dan dapat mencapai hasil kinerja yang baik sesuai dengan standar yang ditetapkan lembaga Akademi Militer.
The reliable human resource needs are required by Indonesian National Military (TNI) in view of demanding task that TNI cadets are ready to face any conditions and situations in his duty to protect the Unitary State of the Republic of Indonesia. Resources by the quality can only be produced if in the education process for TNI's rookie, in this case the Military Academy, are able to make Military Academy cadets engage with the institutions where they carry out education. The competences of a responsive, "Tanggon and Trengginas" of a TNI cadets demand to be diligent in the education process, this resilience is required to be able to successfully complete the education process for 4 years until completion. Persistence in maintaining motivation, physical and psychological endurance can result in success. In Duckworth's concept, the persistence of reliability and fighting power is called �grit�. The main objective of this study was to examine the effect of engagement variables on Military Academy cadets performance. This study also examined the effect of grit variables as moderators between independent variables (engagement) and dependent variables (performance). This research was conducted at the Military Academy with number 207 in level 4 cadets as a sample. The data analysis method in this study is Moderated Regression Analysis (MRA). From the conducted tests, it is known that engagement significantly has a positive effect on performance. Engagement and grit variables also have a positive and significant effect on performance. This study also proves that grit acts as a relationship moderator between engagement and performance. In general, the results of this study indicate that the level of engagement of cadets towards learning and training activities conducted at the Military Academy is classified as medium and high. Grit level 4 level Military Academy cadets are also classified as medium and high. It explains the success of the final level cadets carrying out education and training activities at the Military Academy and can achieve good performance results in accordance with the standards set by the Military Academy institutions.
Kata Kunci : Kinerja, Engagement, Grit, Akademi Militer.