Laporkan Masalah

LEKSIKON NAMA SESEKAN DALAM MASYARAKAT SASAK: SUATU TINJAUAN LINGUISTIK ANTROPOLOGIS

ILFAT ISROI NIRWANI, Dr. Suhandano, M.A.

2018 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Penelitian ini mengkaji leksikon nama sesekan dengan teori linguistik antropologi Duranti (1997) yang dipadukan dengan teori leksikon Wierzbecka (1997). Penamaan sesekan mengandung makna dan faktor-faktor budaya tertentu. Makna dan faktor budaya tertentu itulah yang ingin diketahui oleh penulis melalui sudut pandang linguistik antropologi. Penelitian ini berusaha menguraikan dan cara pandang masyarakat Sasak terhadap sesekan dengan menginventarisasi, mengklasifikasi, dan memaknai pemanfaatan leksikon nama sesekan guna mengungkap pandangan hidup masyarakat Sasak. Metode dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan penelitian, pengumpulan data, dan analisis data. Data penelitian diperoleh dari studi lapangan dan studi pustaka. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk sistematis dan deskriptif. Melalui klasifikasi folk taxonomy Berlin (1973), leksikon nama sesekan ditemukan memiliki lima tingkatan kategori, yaitu pemula unik, bentuk kreasi, generik, spesifik, dan varietal. Lima tingkatan ini menunjukkan bahwa sesekan memiliki hubungan yang erat dan dianggap penting dalam kehidupan masyarakat Sasak. Leksikon nama sesekan yang menempati struktur taksonomi ditandai dengan leksem primer dan leksem sekunder. Leksem primer tersebut, misalnya umbaq, pesujudan, londong beak, dan dulang mas berandangan. Sementara itu, leksem sekunder tersebut, misalnya ragi genep, ragi sundawa, ragi sala, ragi ukur, dan ragi bebabaq. Melalui pemanfaatannya, leksikon nama sesekan juga dapat diklasifikasikan berdasarkan 3 kategori utama, yaitu benda pakai sehari-hari, perlengkapan upacara, dan benda magis. Klasifikasi ini memberikan gambaran tentang kehidupan sosial, agama, dan budaya masyarakat Sasak ketika memaknai sesekan dalam kehidupan mereka di berbagai bidang.

This study examines the lexicons of sesekan name with Duranti's (1997) linguistic anthropology theory combined with Wierzbecka's (1997) lexicon theory. Naming contains certain meanings and certain cultural factors. This research wants to discover the meaning and cultural factors through the perspective of linguistic anthropology. This research seeks to elaborate how the Sasak people perceive themselves as by inventorying, classifying, and interpreting the use of lexicons of sesekan name in order to reveal the Sasak people's life or cultural perspective. The method in this study is divided into three stages, research preparation, data collection, and data analysis. Research data was obtained from field studies and literature studies. Data are analyzed with qualitative descriptive method. The results of data analysis are presented in a systematic and descriptive form. Through the classification of Berlin's (1973) folk taxonomy theory, the lexicons of sesekan name were found to have five categories, namely unique beginner, life form, generic, specific, and varietal. These five levels show that it has a close important relationship in the life of the Sasak people. The lexicons of sesekan name which occupie the taxonomic structure are characterized by primary leksem and secondary lexem. The examples of primary lexemes are umbaq, pesujudan, londong beak, and dulang mas berandangan. Meanwhile, the secondary lexemes are ragi genep, ragi sundawa, ragi sala, ragi ukur, and ragi bebabaq. Through its function, the lexicons of sesekan name can also be classified based on three main categories, namely daily wear objects, ceremonial equipment, and magical objects. This classification provides an overview of the social, religious, and cultural life of the Sasak people when interpreting the features of sesekan in their lives in various fields.

Kata Kunci : sesekan, leksikon, linguistik antropologi, klasifikasi taksonomi, pemanfaatan, budaya, pandangan hidup.

  1. S2-2018-404307-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404307-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404307-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404307-title.pdf