Laporkan Masalah

Perempuan Penenun Sejatidesa: Budaya dan Etos Kreatif

HAMZAH ZHAFIRI DICKY, R Derajad Sulistyo Widhyharto S.Sos., M.Si.

2018 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Membangun perekonomian desa bukanlah perkara mudah. Sejumlah kendala dan hambatan akan selalu ada di lapangan. Berbagai pendekatan pembangunan pun muncul untuk menjawab tantangan ini. Salah satunya adalah konsep ekonomi kreatif. Konsep ini mengandalkan kreativitas manusia sebagai dasar untuk melakukan aktivitas ekonomi. Tidak seperti sumber daya alam yang terbatas, kreativitas manusia memiliki potensi yang dapat ditambang tanpa batas. Konsep ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi solusi pembangunan desa yang berkembang dari latar belakang sosial dan budaya masyarakat. Salah satu contoh pembangunan desa berbasis ekonomi kreatif dapat ditemukan di Dusun Sejatidesa. Di dusun ini, terdapat sejumlah perempuan yang menggeluti budaya tenun sebagai aktivitas ekonomi. Penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang perempuan penenun di dusun ini dengan menitikberatkan pada aktivitas ekonomi kreatifnya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah etnografi. Titik berat yang akan diteliti adalah upaya dan motif yang melatarbelakangi perempuan penenun ini dalam melakukan kegiatannya. Akan ditelusuri juga bagaimana strategi komunitas penenun ini dan etos mereka dalam menjalankan praktik ekonomi kreatif. Temuan yang didapat adalah, tiap perempuan penenun memiliki upaya dan motif yang berbeda dalam menjalankan usahanya. Namun secara keseluruhan, mereka melakukan kegiatan menenun untuk mencari nafkah membantu suami. Menenun menjadi pilihan karena dapat mereka lakukan secara informal di rumah sambil tetap mengurus keluarga. Adapun etos kreatif yang dilakukan penenun termanifestasi dalam inovasi produk tenun yang mereka ciptakan hingga strategi mereka dalam berkomunitas. Semua hasil itu dapat dicapai karena adanya kemauan dari perempuan penenun untuk mengubah nasib mereka dan terbuka untuk melakukan hal baru.

Pushing economic development at rural areas are no easy task. Numerous obstacles and challenges are common thing. Hence, a lot of approach has been conducted to answer this challenge. One of them is a creative economy approach. This concept of development relies on human creativity to conduct economic activity. Unlike natural resources which is often limited, the creativity of human being is almost unlimited to be explored. This creative economy concept is expected to be a solution to develop rural areas based on a social and cultural background of the community. One of the example of extraordinary rural development with a creative economy approach can be found on Dusun Sejatidesa. In this small village, lived a number of native women with a distinctive skills on weaving traditional fabric and doing it as an informal job to make a living. I intent to dig deep into the life of this weavers, focusing on the aspect of the creative cultural economy. Method used for this research is ethnographic, focusing on the effort and motive of the weavers on doing their economic practice. The research will also examined the strategy of this weavers community and their working ethos on practicing the creative economy. The main finding of this research is that, each of the weaver women has different level of motive on doing their work. But mostly, they did it to earn a living and support their family, hence, helping their husband. They choose weaving as their job since weaving is something they can do domestically while still managing household and raise their children. While the creative ethos of their work is implemented by creating various innovation of weaving fabric they produce and their strategy to work in community. All of this goals was achieved thanks to their never ending effort to improve themselves and to be open for innovation.

Kata Kunci : ekonomi kreatif, kreativitas, budaya, kerja informal, tenun

  1. S1-2018-319976-abstract.pdf  
  2. S1-2018-319976-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-319976-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-319976-title.pdf