Evaluasi Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Hipertensi Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
JEANY CHRISTY MAIRUMA, Dr. Tri Murti Andayani, Sp.FRS.,Apt.
2018 | Skripsi | S1 FARMASIINTISARI Terapi pengobatan penyakit DM diberikan dalam jangka waktu panjang sehingga kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi pengobatan merupakan hal yang sangat penting terutama dalam mencegah komplikasi akut dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Pasien DM dengan hipertensi memiliki sekitar dua kali risiko penyakit kardiovaskuler dibandingkan dengan pasien hipertensi tanpa diabetes, maka perlu dilakukan penelitian mengenai kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2 dengan hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan analitik pada pasien terdiagnosis penyakit DM tipe 2 dengan hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Subyek penelitian adalah pasien DM tipe 2 yang disertai hipertensi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada periode Januari-Maret 2016. Pengambilan data dilakukan secara concurrent, dengan menggunakan lembar kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 dan dilengkapi data rekam medis pasien pada saat penelitian berlangsung di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 96 pasien, rata-rata usia 40-60 tahun dan 47,83 % dengan jenis kelamin perempuan dari sejumlah 58 pasien (60,42%) sudah patuh terhadap penggunaan obat berdasarkan pengukuran dengan MMAS-8. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor seperti jenis kelamin pasien, usia, pendidikan, pekerjaan, dan regimen pengobatan pasien rawat jalan DM tipe 2 dengan hipertensi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan ketidakpatuhan penggunaan obat. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara jumlah item obat yang diterima oleh pasien rawat jalan DM tipe 2 dengan hipertensi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan ketidakpatuhan penggunaan obat.
ESSENCE Treatment therapy for DM is given in the long term so that patient compliance in carrying out treatment therapy is very important, especially in preventing acute complications and reducing the risk of long-term complications. DM patients with hypertension have about twice the risk of cardiovascular disease compared with hypertensive patients without diabetes, it is necessary to do research on medication adherence in type 2 DM patients with hypertension. This research is a non-experimental study with an analytic approach in patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus with hypertension that meets the inclusion criteria. Subjects were type 2 DM patients with hypertension at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital in the period January-March 2016. Data collection was carried out concurrently, using the Morisky Medication Adherence Scale-8 questionnaire sheet and completed with patient medical record data at the time of the study at Installation Outpatient PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. The results showed that out of 96 patients, the average age was 40-60 years and 47.83% with female gender from a number of 58 patients (60.42%) who had obeyed the use of drugs based on measurements with MMAS-8. The results of the analysis using the Chi-Square test showed that there was no significant relationship between factors such as patient gender, age, education, occupation, and treatment regimen for type 2 DM outpatients with hypertension at PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta with non-compliance with drug use. The results of the analysis using Chi-Square test showed that there was a significant relationship between the number of drug items received by type 2 DM outpatients and hypertension at PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta with non-compliance with drug use
Kata Kunci : diabetes melitus, kepatuhan, rawat jalan