Laporkan Masalah

Analisis Nilai Tambah, Pendapatan, dan Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Gula Kelapa di Desa Banyusoco Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul

SITI FARIDA N, Prof. Dr. Ir. Masyhuri;Dr. Jamhari, S.P., M.P.

2018 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan gula kelapa (2) mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh dari pengolahan gula kelapa (3) mengetahui strategi yang tepat untuk pengembangan usaha pengolahan gula kelapa di Desa Banyusoco Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 20 pengrajin gula kelapa. Jenis sumber data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pencatatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis nilai tambah dengan metode Hayami, analisis pendapatan, dan analisis SWOT untuk menentukan strategi pengembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai tambah yang dihasilkan pengrajin gula kelapa sebesar Rp6.400,00 dalam satu kali produksi. Pendapatan yang diperoleh sebesar Rp636.800,00 per bulan sehingga keuntungan yang diperoleh pengrajin gula kelapa sebesar Rp431.816,00. Hal ini berarti usaha pengolahan gula kelapa menguntungkan bagi pengrajin. Usaha pengolahan gula kelapa di Desa Banyusoco sudah efisien ditunjukkan dengan R/C ratio sebesar 1,92 yang berarti setiap Rp1,00 biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha memberikan penerimaan sebesar 1,92 kali dari biaya yang telah dikeluarkan. Strategi pengembangan yang tepat untuk diterapkan pada usaha pengolahan gula kelapa yaitu strategi ST (Strength-Threath) dengan memanfaatkan kekuatan internal untuk mengatasi ancaman dari luar.

This research aimed (1) to find out the value added from the processing of coconut sugar (2) to find out the amount of income obtained from processing coconut sugar (3) to find out the right strategy for the development of coconut sugar processing business in Banyusoco Village, Playen Sub District, Gunungkidul District. The basic research method used is descriptive analysis method. Sampling using purposive sampling method with amount of 20 coconut sugar respondents. The type of data source used consists of primary data and secondary data. Data collection techniques are carried out by interviewing, observing, and recording. The analytical method used is the value added analysis with the Hayami method, income analysis, and SWOT analysis to determine business development strategies. The results showed that the average value added produced by coconut sugar respondents was Rp6,400.00 in one production. Revenue obtained amounted to Rp636,800.00 per month so that the profits earned by coconut sugar respondents amounted to Rp431,816.00. This means that the coconut sugar processing business benefits the respondents. Coconut sugar processing business in Banyusoco Village has been efficiently demonstrated by the R/C ratio of 1.92, which means that every Rp1.00 costs incurred in business activities gives a revenue of 1.92 times of the costs incurred. The right development strategy to be applied to the coconut sugar processing business is the ST (Strength-Threath) strategy by utilizing internal strength to overcome external threats.

Kata Kunci : Gula Kelapa, Nilai Tambah, Pendapatan, Strategi Pengembangan

  1. S1-2018-318508-abstract.pdf  
  2. S1-2018-318508-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-318508-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-318508-title.pdf