Laporkan Masalah

"PLESIRAN ING KUTHA SALA"(KAJIAN TRANSFORMASI PARIWISATA PERKOTAAN DI SURAKARTA)

DERIA ADI WIJAYA, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, MA, M.Phil.; Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, M.S.

2018 | Disertasi | DOKTOR KAJIAN PARIWISATA

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh isu kebijakan arah pengembangan sebuah kota berdasarkan konsep pariwisata perkotaan (urban tourism). Namun dalam konsep urban tourism tersebut dibutuhkan suatu gambaran bentuk pariwisata perkotaan di masa lampau, sebagai suatu sebagai suatu ikatan kesinambungan yang erat, antara masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Melalui kajian pariwisata perkotaan dengan pendekatan transformasional, diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai bentuk pariwisata perkotaan suatu kota dari waktu ke waktu. Kota Surakarta atau Kutha Sala, merupakan kota bersejarah yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi urban tourism destination, karena memiliki fenomena sejarah pariwisata perkotaan yang menarik sehingga dirasa layak untuk dikaji lebih lanjut. Adapun tujuan penelitian secara garis besar adalah untuk mengetahui transformasi aktivitas plesiran dan bentuk pariwisata perkotaan Kota Surakarta dari awal abad XX hingga era reformasi (1900-2014). Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data secara historis (studi dokumenter, studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan data pengalaman individu) dengan pendekatan etnografis. Metode analisis data menggunakan pendekatan struktural-hermeneutik. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa bentuk pariwisata perkotaan Kota Surakarta pada awal abad XX adalah "leisure-entertainment complexes" yaitu sebuah kota yang menjadi pusat hiburan dan rekreasi. Memasuki masa setelah kemerdekaan, bentuk pariwisata perkotaan di Surakarta bertransformasi menjadi "revitalized-cultural art tourist city" yaitu, konsep kota tujuan wisata bernuansa seni-budaya. Masa orde baru kota ini bertransformasi menjadi "economic-advocacy tourist city", yaitu pengembangan sektor kepariwisataan ditujukan untuk mendorong perekonomian kota tersebut. Era reformasi bentuk pariwisata perkotaan Kota Surakarta bertransformasi menjadi "community-festival tourist city". Faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi Surakarta sebagai "kutha plesiran" semasa kolonial dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu adanya perubahan gaya hidup (life-style). Selanjutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi masa pasca kemerdekaan ialah identitas diri (identification), perkembangan mode (trend), faktor iptek dan faktor ekonomi. Selanjutnya, adanya perubahan kebijakan politik, Sumber Daya Manusia, dan rasa ketidak-puasan masyarakat terhadap pola kehidupan pada saat itu, menjadi pemicu terjadinya transformasi pada nilai-nilai aktivitas plesiran dan bentuk pariwisata perkotaan Kota Surakarta di era reformasi. Kesimpulan yang didapatkan dalam hasil penelitian tersebut bahwa Kota Surakarta memiliki beragam karakter sebagai kota tujuan wisata pada tiap-tiap periodenya. Oleh sebab itu sebagai upaya pengembangan pariwisata perkotaan Kota Surakarta di masa mendatang, ada baiknya jika tidak meninggalkan "ikon-ikon" tersebut sebagai cirikhas pariwisata perkotaan Kota Surakarta yang unik, menarik dan tidak ditemukan di kota-kota tujuan wisata lainnya.

This study was conducted due to the policy issues of a city development based on the concept of urban tourism which actually needs an image of urban tourism (pariwisata perkotaan) in the past as a close bond of continuity between the past, the present, and the future Through the study of urban tourism with a transformational approach, it is expected to provide a clear enough picture of the form of urban tourism in a city from time to time. The city of Surakarta or "Kutha Sala", is a historical city that has the potential to be developed into an urban tourism destination, because it has an interesting phenomenon of urban tourism history so that it is considered feasible to be studied further. The research objective in outline is to find out the transformation of the activities of the urban tourism form and city of Surakarta from the beginning of the twentieth century to the reform era (1900-2014). This study uses historical data collection methods (documentary studies, library studies, observation, interviews, and individual experience data) with an ethnographic approach. Data analysis method uses a structural-hermeneutic approach. The analysis results suggested that the forms of Surakarta"urban tourism in the early twentieth century was "leisure-entertainment complexes" which is a city that became a center of entertainment and recreation. Entering the period after independence, the form of urban tourism in Surakarta transformed into "revitalized-cultural art tourist city" that is, the concept of a tourist destination city with an art-cultural nuance. The new order era of the city transformed into "economic-advocacy tourist city", the development of the tourism sector is intended to boost the city's economy. The reform era in the form of urban tourism in Surakarta City transformed into a "community-festival tourist city". The factors that influenced the transformation of Surakarta as "kutha plesiran" (tourist city) during the colonial period were influenced by various factors, namely the existence of lifestyle changes (life-style). Furthermore, the factors that influence the post-independence period are identification, development of modes, factors of science and technology and economic factors. The change in political policy, human resources, and a sense of community dissatisfaction with the pattern of life at the time, triggered a transformation in the values of the activities of the urban tourism form of Surakarta City when "Era Reformasi" (Indonesian Reform Period). In conclusion, the city of Surakarta has a variety of characters as a tourist destination in each period. Therefore, as an effort to develop urban tourism in the City of Surakarta in the future, it is better if you do not leave the 'icons' as a feature of urban tourism in Surakarta City that is unique, interesting and not found in any other touristic place.

Kata Kunci : transformasi, plesiran, pariwisata perkotaan, Kota Surakarta.

  1. S3-2018-340051-abstract.pdf  
  2. S3-2018-340051-bibliography.pdf  
  3. S3-2018-340051-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2018-340051-title.pdf