Laporkan Masalah

Tanggung Jawab Sosial Perusahan dan Partisipasi Perempuan (Studi Tentang Program Batik Cap PT Semen Indonesia, Tuban, Jawa Timur)

MUHAMAD ADHITYA PRATAMA PUTRA, Dr. Mulyadi Sumarto, MPP

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Berdasarkan UU Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT)Pasal 74 ayat 1 menjelaskan bahwa Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Tanggug jawab sosial tersebut dapat diwujudkan dalam program-program CSR baik dalam bentuk charity, capacity building, empowerment, dan infrastructure. PT Semen Indonesia berkomitment untuk berkontribusi terhadap pencapaian Milenium Development Goals dan Sustainable Development Goals. Salah satu tujuan dari MDGs adalah mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Salah satu program yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia pabrik Tuban adalah program batik cap pewarna alami. Penelitian menggunakan beberapa konsep, seperti konsep CSR, konsep partisipasi, dan konsep kesetaraan gender. Ketiga konsep tesebut saling berkaitan sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Penelitian ini membahas tentang CSR PT. Semen Indonesia pabrik Tuban khususnya pada program batik cap. Dengan menggunakan tiga konsep tersebut peneliti dapat melihat proses pengelolaan program sampai dengan implikasi program tersebut. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, serta melihat data skunder sebagai data pendukung. Dalam penelitian ini peneliti berusaha melihat bagaimana proses serta alur program batik cap, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Setelah itu, peneliti melihat permasalahan-permasalahan yang muncul dalam setiap proses tersebut. Temuan dari penelitian ini adalah, pertama dalam proses perencanaan tidak melibatkan masyarakat sekitar sehingga terjadinya ketidaksesuaian antara latar belakang program dengan kondisi yang ada di lapangan. Kedua, dalam immplementasi partisipasi perempuan dalam program batik cap lebih bersifat aktif hanya dibeberapa kegiatan FGD dan Studi banding dan cendrung pasif pada kegiatan yang bersifat seremonial. Ketiga, dalam aspek kesetaraan gender, mamfaat program ini kurang dirasakan bagi kelompok perempuan penerima manfaat, baik dalam aspek ekonomi dan budaya. Dalam aspek sosial, program ini membuat penerima manfaat memiliki jaring sosial yang lebih luas.

According to Law Number 40/2007 on Limitied Liabilty Companies (UU PT) Article 74 Paragraph 1 explains that companies doing business in the field of and/or in relation to natural resources must put into practice Environmental and Social Responsibility. The social responsibility can be manifested in CSR programs, whether in a form of charity, capacity building, empowerment, or infrastructure. PT Semen Indonesia has commitment to contribute in the achievement of Millenium Development Goals and Sustainable Development Goals. One of the goals of MDGs is encouraging gender equality and women empowerment. One of the programs carried out by PT Semen Indonesia Tuban Field is natural dyes for batik cap program. This research is using a number of concepts, such as CSR, participation, and gender equality concept. Those three concepts are linked so can be used in this research. This research is discussing about CSR of PT Semen Indonesia Tuban Field, especially the natural batik stamp program. Using those three concepts, the researcher can see the process of program management to the implication of the program. This research is using qualitative method with descriptive analytics. Data collection techniques of this study used in-depth interviews, observations, and looked at secondary data as supporting data. In this study, researcher tried to see how the process and flow of the batik program, from planning to evaluation. After that, the researcher looked at the problems that arose in each processes. The findings of this study are, first in the planning process they did not involve the people around the company so that there is a discrepancy between the background of the program and the conditions that exist in the field. Second, women's participation in the batik cap program is more active in only a few FGD activities and comparative studies and tends to be passive in ceremonial activities. Third, the benefits of this program are less felt by the beneficiary communities, both in economic and cultural aspects. In the social aspect, this program makes beneficiaries have a wider social network.

Kata Kunci : corporate sosial responsibility, partisipasi, pemberdayaan perempuan.

  1. S1-2018-347719-abstract.pdf  
  2. S1-2018-347719-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-347719-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-347719-title.pdf