Laporkan Masalah

Pengembangan Model Bisnis Toko Delta Bangunan Menjadi Supermarket Bahan Bangunan

GINA FAIZAH PHARAS N, Bayu Sutikno, SE, MSM, Ph.D

2018 | Tesis | Magister Manajemen

Industri bisnis properti di Indonesia pada tahun 2018 mencerminkan pertumbuhan yang positif, beberapa indikasinya antara lain adalah peningkatan pertumbuhan pasar properti, peningkatan pembangunan konstruksi, serta tren suku bunga yang rendah. Kalimantan Timur menjadi salah satu daerah yang sektor bisnis propertinya mengalami pertumbuhan, karena terdapat beberapa proyek pembangunan dari pemerintah dan perusahaan yang sedang berlangsung. Kondisi tersebut menjadi peluang bisnis bagi Delta Bangunan untuk berkembang, agar dapat melayani segmen pasar industri properti yang membutuhkan material bahan bangunan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menangkap penggambaran suatu obyek penelitian secara rinci, lengkap, sistematis, dan lebih mendalam. Hasil penelitian dari analisis peta empati menunjukkan bahwa pelanggan umumnya menginginkan pilihan material yang lengkap dengan harga terjangkau, promosi diskon, kondisi supermarket nyaman, serta jam operasional yang panjang. Selain itu, pelanggan juga menginginkan tersedianya jasa konsultasi eksterior dan interior dan layanan jasa pesan antar material bahan bangunan. Berdasarkan hasil analisis keuangan, modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini adalah Rp 1.565.595.000,00 dengan indikator NPV dan IRR yang positif sebesar Rp 9.123.186.369 dan 164,13%. Seluruh indikator tersebut mengindikasikan bahwa pengembangan model bisnis Delta Bangunan layak untuk dijalankan.

The property business industry in Indonesia in 2018 is a positive growth, some of the indications include increasing property growth, expanding development, and low interest rate trends. East Kalimantan is one of the areas where the property sector is experiencing growth, because there are several ongoing development projects from the government and companies. This condition allows Delta Bangunan to develop, so that it can serve the property market segment that needs building materials. This study uses a qualitative descriptive design that aims to describe the objects of research in a detailed, complete, systematic, and more in-depth. The results of the analysis show that customers always want a complete selection of materials at affordable prices, promotional discounts, comfortable supermarket conditions, and long operating hours. In addition, customers also want the availability of interior and interior consulting services to order services between building materials. Based on the results of the analysis, the capital needed to start this business is Rp 1.565.595.000,00 with a positive indicator of NPV Rp 9.123.186.369 and IRR 164,13%. All of these indicators are indicated for the development of the Delta Bangunan business model that is feasible to run.

Kata Kunci : pengembangan model bisnis, properti, supermarket, material bahan bangunan

  1. S2-2018-407071-abstract.pdf  
  2. S2-2018-407071-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-407071-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-407071-title.pdf