Laporkan Masalah

Kekuatan Syahadat bagi Tokoh Bilsan dalam Novel Bilsan Karya 'Abdul-Maqsud Muhammad: Analisis Sosiologi Sastra

ARIFAH NURTSANIA A, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum.

2018 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYA

Bilsan adalah sebuah novel karya Abdul-Maqsud Muhammad, seorang sastrawan modern berkebangsaan Mesir. Novel tersebut menceritakan tentang seorang tokoh pemeluk Sabii yang bernama Bilsan. Ia melaksanakan aktivitas-ativitas keagamaan yang dilakukan oleh umat Islam, salah satunya adalah mengucap syahadat. Penelitian terhadap Bilsan ini bertujuan untuk mengeskplorasi pengaruh pengakuan syahadat bagi kehidupan tokoh Bilsan. Sosiologi sastra digunakan sebagai pisau bedah dalam penelitian ini karena sosiologi sastra merupakan teori pengkajian karya sastra dan hubungannya dengan kondisi sosial masyarakat yang menjadi latar belakangnya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu kepada dua corak metode, yaitu metode dalam kaitannya dengan prosedur penelitian dan metode dalam kaitannya dengan analisis data. Berdasarkan identifikasi terhadap Bilsan, didapatkan hasil bahwa meskipun tidak ada pengakuan keislaman secara formal, bagi tokoh Bilsan, syahadat memberikan pengaruh di dalam kehidupannya. Pelafalan syahadat menghasilkan berbagai implementasi baik secara sadar maupun tidak sadar, antara lain ikut melaksanakan aktivitas-aktivitas keagamaan yang dilakukan oleh umat Islam. Selain itu, beberapa faktor, seperti lingkungan dan tanggung jawab atas anak-anaknya semakin mendorong tokoh Bilsan untuk mengubah status keagamaan yang dimilikinya kemudian mendeklarasikannya sebagai seorang muslim secara formal. Dapat terlihat bahwa syahadat memiliki kekuatan yang sangat besar dalam prinsip dan aktivitas keagamaan tokoh Bilsan. Dalam novel ini, terlihat upaya pengarang untuk menggambarkan eksistensi Sabii dan syiar atas Islam dengan menunjukkan besarnya pengaruh Islam terhadap perubahan keagamaan seseorang (tokoh Bilsan).

Bilsan is a novel by Abdul-Maqsud Muhammad, a modern Egyptian writer. The novel tells about a Sabi'i adherent named Bilsan. She carried out religious activities which carried out by muslims, one of activities is saying shahada. The research on Bilsan aims to explore the influence of confession shahada on Bilsans life. Sociology of literature is used as a bridge theory in this research because the sociology of literature is a study of literary work and its relationship to the social conditions of the people which became the background. This research used two methods; the method in relation to research procedures and methods in relation to data analysis. Based on the identification of Bilsan, the results shows that although there is no formal Islamic recognition, for Bilsan, the shahada gives influence in her life. Shahada produces various implementations both consciously and unconsciously, among others participating in carrying out religious activities which carried out by muslims. In addition, several factors, such as the environment and responsibility for their children, further encouraged Bilsan leaders to change her religious status and then declare herself as a muslim formally. It can be seen that shahada has an anormous power in religious principles and activities. In this novel, the author's attempts to describe the existence of Sabi'i and the embrace of Islam by showing the magnitude of the influence of Islam on ones (Bilsan) religious changes.

Kata Kunci : Bilsan, Abdul-Maqsud Muhammad, kekuatan syahadat, dan sosiologi sastra. / Bilsan, Abdul-Maqsud Muhammad, the power of shahada, dan sociology of literature.

  1. S2-2018-404912-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404912-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404912-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404912-title.pdf