MUSIK dan SIKAP POLITIK DI INDONESIA (Studi Kasus: Representasi Musik Slank dan Fandom Grup Musik Populer)
HEIDY RESSA P, Dr. Arie Setyaningrum, M.A.
2018 | Tesis | MAGISTER SOSIOLOGIINTISARI Musik di dalam pemilihan Presiden RI ke-7 tahun 2014 dirasa sangat berpengaruh terhadap keberhasilan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam memenangkan kontestasi politik tersebut. Peran musik dalam membantu kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dapat dilihat dari banyaknya fandom Slank yang datang pada konser revolusi harmoni sebagai bentuk dukungan. Dari latar belakang tersebut, membuat penulis tertarik untuk menjawab tentang cara Slank menyampaikan makna dan pesan politik kepada Slankers, sehingga dapat mempengaruhi sikap politiknya untuk mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Selain itu, penulis juga ingin mengetahui posisi fandom ketika pemilihan Presiden RI ke-7 tahun 2014. Menurut Bourdieu (1977: 79) habitus merupakan mediasi universal yang menyebabkan agen individu praktik, tanpa alasan eksplisit atau maksud yang berarti, tidak menjadi satu pun yang kurang "masuk akal" dan "masuk akal". Berdasarkan teori tersebut, untuk menemukan hasil teori ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selanjutnya, pengambilan data asli dilakukan dengan cara mewawancarai beberapa informan yang diperoleh melalui cara purposive sampling. Beberapa informan tersebut yaitu direktur utama PT. Pulau Biru, ketua minoritas Slankers Jogja, Anggota Minoritas Slankers Jogja, serta beberapa anggota Slankers gembel. Setelah melakukan proses penelitian ini, menunjukan bahwa cara Slank menyampaikan pesan dan muatan politik kepada Slankers menggunakan panggung dan album. Selanjutnya, posisi fandom di dalam aktivitas politik terbelah menjadi 2, yaitu Slankers kritis dan fanatik (gembel). Akan tetapi, fandom yang mengikuti langkah idolanya adalah Slankers gembel karena sejarah yang dihadirkan kembali di dalam lagu salam 2 jari merupakan alasan yang membuat Slankers gembel bersedia memberikan dukungan kepada Joko widodo-Jusuf Kalla. Hal tersebut menunjukan bahwa kehadiran sejarah dan sosok Joko Widodo di dalam lagu salam 2 jari mampu menjadi magnet yang kuat dalam menarik perhatian Slankers gembel. Dengan demikian, melihat dari musik yang diciptakan dapat digunakan untuk menarik perhatian Slankers, maka dapat disimpulkan bahwa musik dapat benar-benar digunakan untuk menentukan sikap politik.
ABSTRACT Music in the election of the 7th President of the Republic of Indonesia in 2014 had very influential effect on the success of Joko Widodo-Jusuf Kalla in winning the political contestation. The role of music in helping Joko Widodo-Jusuf Kalla's victory can be seen from the many Slank fandom who came to the concert of harmony revolution as a support form. Based on this fact, the writer is interested to determine how Slank conveys the meaning and political message to Slankers, so that it can influence his political attitude to support the couple Joko Widodo-Jusuf Kalla.In addition, the authors also want to know the fandom position when the election of the 7th President of the Republic of Indonesia in 2014. According to Bourdieu (1977: 79) habitus is a universal mediation that causes individual agents practice, for no explicit reason or meaningful intention, nothing become �unreasonable" and "reasonable". Based on this theory, to find the results of this theory, the author used qualitative research methods with a case study approach. The original data collection was done by interviewing several informants obtained through purposive sampling. Some of the informants were the president director of PT. PulauBiru, the minority leader of JogjaSlankers, the Minority Member of JogjaSlankers, as well as some members of the Gembel (sluggish) Slankers. The results showed that the method Slank delivered the message and political content to Slankers were using the stage and album. Furthermore, the position of fandom in political activities divided into 2, namely critical and fanatical (sluggish) Slankers. However, the fandom that follows the steps of his idol is GembelSlankers cause of the history reason that was re-presented in the 2-finger greeting song which effected them to give support to JokoWidodo-JusufKalla. This shows that the historical presence and figure of JokoWidodo in the 2-finger greeting song was able to become a strong magnet in attracting the attention of the GembelSlankers. Thus, according to the music creation can be used to attract the attention of Slankers than it can be concluded that music can really be used to determine political attitudes.
Kata Kunci : Musik, Sikap Politik