Laporkan Masalah

MENCARI RASO MINANGKABAU: TRANSFORMASI SILEK KE KOREOGRAFI TONGGAK RASO (2015) KARYA ALI SUKRI

FRESTI YULIZA, Dr. Rr. Paramitha Dyah F., M.Hum; Dr. Sal Murgiyanto, M.A

2018 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA

Tonggak Raso merupakan sebuah tari kontemporer karya Ali Sukri yang telah dipentaskan pada tahun 2015, di Gedung Hoerijah Adam ISI Padangpanjang, dan dipentaskan kembali pada tahun 2016 di tiga kota, yakni Padangpanjang, Solo, dan Kudus, dengan perubahan pada kostum. Karya koreografi ini mengambil tiga gaya seni beladiri silek Minangkabau, yakni, silek kumango, silek ulu ambek, dan silek paninggahan sebagai sumber penciptaan, dengan tujuan menemukan dan menerapkan raso (rasa) khas Minangkabau di dalam karya tari kontemporer. Penelitian ini mencoba menjawab tiga rumusan, yakni: (1) mengapa silek Minangkabau dipilih sebagai dasar koreografi Tonggak Raso? (2) bagaimana proses penciptaan karya tari kontemporer Tonggak Raso? dan (3) Bagaimana transformasi dari silek Minangkabau ke koreografi Tonggak Raso? Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jalannya proses kreatif penciptaan koreografi Tonggak Raso, yang meliputi gagasan dan inspirasi; etude dan pelatihan; tahapan-tahapan proses; dan faktor-faktor yang mewarnai proses transformasi tersebut. Lebih jauh, penelitian ditujukan untuk mengidentifikasi berbagai perubahan pada komponen-komponen pertunjukan, sebagai akibat proses transformasi dari pertunjukan beladiri tradisional ke pertunjukan tari kontemporer. Berpijak pada konsep-konsep perihal tari kontemporer, koreografi, dan transformasi, penelitian akan menguraikan berbagai perubahan yang terjadi sebagai akibat dari proses transformasi. Penelitian membuktikan bahwa terdapat tiga komponen yang membedakan antara silek Minangkabau dengan koreografi Tonggak Raso, yakni: konsep-konsep dasar; bentuk dan makna gerak; serta defenisi dan fungsi dari raso itu sendiri. Berdasarkan hal itu, penelitian ini membuktikan bahwa raso yang terdapat dalam koreografi Tonggak Raso, pada dasarnya berbeda dengan raso yang terdapat di dalam tradisi silek Minangkabau.

Tonggak Raso is a contemporary dance by Ali Sukri which was staged in 2015, at Hoerijah Adam Theatre, ISI Padangpanjang, and staged again in 2016 in three cities, Padangpanjang, Solo and Kudus, with a change in costume. This choreography takes three martial arts styles of Minangkabau silek, i.e., silek kumango, silek ulu ambek, and silek paninggahan as the source of creation, with the aim of discovering and applying the raso Minangkabau in contemporary dance work. This study attempts to answer three questions: (1) why is silek Minangkabau chosen as the basic of choreography of Tonggak Raso? (2) how is the process of creating contemporary dance work of Tonggak Raso? and (3) how is the transformation from silek Minangkabau to choreography of Tonggak Raso? Using a qualitative approach with descriptive analytical methods, this study aims to identify the creative process of the creation of choreography Tonggak Raso, which includes ideas and inspiration; etude and training; process phases; and the factors that characterize the transformation process. Furthermore, research is aimed to identifying the changes in the performance components, as a result of the transformation process from traditional martial arts to contemporary dance performances. Based on the concepts of contemporary dance, choreography, and transformation, research proves that there are three components that distinguish between silek Minangkabau and choreography Tonggak Raso, namely: basic concepts; shape and meaning of motion; as well as the definition and function of the raso itself.

Kata Kunci : transformasi, silek, koreografi, Tonggak Raso, raso

  1. S2-2018-389733-abstract.pdf  
  2. S2-2018-389733-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-389733-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-389733-title.pdf