Laporkan Masalah

UTILISASI INFRASTRUKTUR TIK DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA AMBON SEBAGAI UPAYA MENJADI SALAH SATU SMART CITY DI INDONESIA

ZAINAL ABIDIN S A S, Drs. John Soeprihanto, MIM, Ph.D

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGAN

Dalam upaya pengembangan Kota Ambon sebagai salah satu smart city, pemerintah Kota Ambon mulai mengembangkan program e-government. E-government di Kota Ambon bisa terlihat dari OPD yang menggunakan TIK dalam pelaksanaan tugasnya, secara teori terlihat bahwa Kota Ambon sudah menjalankan e-government dengan baik, tetapi secara nyata keberadaan e-government di Kota Ambon masih sangat kurang terasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor mana yang harus dikembangkan terlebih dahulu antara sektor strategis, tactical dan operational dalam pengembangan e-government di Kota Ambon agar lebih efektif dan efisien. Untuk mengetahui sektor mana yang harus dikembangkan terlebih dahulu studi ini menggunakan studi kesiapan dimana dilihat sembilan faktor yang dielaborasi kedalam diagram infrastruktur sebagai fasilitas pendukung sehingga didapatkan hasil sektor mana yang paling rendah tingkat kesiapannya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sektor strategic merupakan sektor yang paling rendah dan paling tidak siap dalam penggunaan TIK dalam pelaksanaan fungsi dan tugas. Sektor strategic begitu tertinggal dari segi kapasitas personal, kelompok dan sistem. Hal ini terlihat bahwa masih kurangnya pelatihan dan tingkat keamanan pada sektor ini mengakibatkan kurangnya kapasitas kelompok dan sistem, kurangnya pelatihan tentu saja juga berdampak ke kapasitas personal dimana pegawai menjadi tidak tahu penggunaan TIK dalam pelaksanaan fungsi nya. Selain itu tingkat keamanan yang rendah membuat sektor ini seperti tidak diperhatikan. Hal ini membuat ketertinggalan sektor strategic dibandingkan sektor lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sektor yang harus dikembangkan terlebih dahulu adalah sektor strategic sehingga program yang dilakukan dapat difokuskan ke sektor strategic.

In an effort to develop Ambon City as one of the smart cities, the Ambon City government began developing e-government programs. E-government in Ambon City can be seen from OPD (Organisasi Perangkat Daerah) who use ICT in carrying out their duties, in theory it can be seen that Ambon City has run e-government well, but in reality the existence of e-government in Ambon City is still lacking.This study aims to find out which sectors must be developed first between the strategic, tactical and operational sectors in the development of e-government in Ambon City to be more effective and efficient. To find out which sector should be developed first, this study uses readiness studies where nine factors are elaborated into the infrastructure diagram as supporting facilities to get results which sector is the lowest. From the results of the study it was found that the strategic sector is the lowest and least prepared sector in the use of ICT in the implementation of functions and tasks. The strategic sector is so left behind in terms of personal, group and system capacity. It can be seen that the lack of training and the level of security in this sector has resulted in a lack of group and system capacity, and a lack of training certainly also has an impact on the personal capacity in which employees do not know the use of ICTs in carrying out their functions. In addition, a low level of security makes this sector seem unnoticed. This makes strategic sector lag behind other sectors. Thus it can be concluded that the sector that must be developed first is the strategic sector so that the program can be focused on the strategic sector.

Kata Kunci : TIK, OPD, Strategic, Tactical, Operational

  1. S2-2018-392444-abstract.pdf  
  2. S2-2018-392444-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-392444-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-392444-title.pdf