EVALUASI CAPAIAN PESERTA KB BARU DALAM PROGRAM JAGA MUTU PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN LIGUNG, KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2016
NAJIB FAUZI, Dr. Sukamdi, M.Sc.; Dr. Umi Listyaningsih, M.Si.
2018 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKANPenelitian ini mengkaji capaian peserta KB baru dalam Program Jaga Mutu Pelayanan Keluarga Berencana di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka tahun 2016 serta regulasinya. Kecamatan Ligung merupakan kecamatan yang mengalami capaian peserta KB baru yang paling rendah dari enam kecamatan lainnya yang mengalami capaian yang rendah pada pelaksanaan Program Jaga Mutu Pelayanan KB tahun 2016, yaitu 51,52%. Selain itu, capaian peserta KB baru Kecamatan Ligung pada pelaksanaan Program Jaga Mutu Pelayanan KB tahun 2016 merupakan capaian peserta KB baru yang paling rendah di Kecamatan Ligung selama periode 2011-2016. Metode yang digunakan adalah sequential explanatory, yaitu melalui pengumpulan dan analisis data kuantitatif yang diikuti oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif melalui tabel klasifikasi skor yang mengacu pada skala likert yang disesuaikan dengan skala yang dipilih oleh responden pada tiap butir pernyataan serta berdasarkan jumlah item pernyataan yang terdapat di dalam setiap indikator penelitian. Hasil analisis data kuantitatif kemudian dilengkapi oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan pelaksana Program Jaga Mutu Pelayanan KB di Kecamatan Ligung tahun 2016 serta dengan informan PUS bukan peserta KB yang pernah mengikuti kegiatan KIE. Capaian peserta KB baru dalam Program Jaga Mutu Pelayanan Keluarga Berencana di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka tahun 2016 dipengaruhi oleh ketepatan waktu pelayanan, penetapan target dan indikator pada capaian peserta KB baru metode non hormonal, dan jumlah sumber daya manusia pelaksana pelayanan KB di sarana pelayanan KB, khususnya di Puskesmas Ligung. Adanya penundaan pelayanan KB yang dialami calon peserta di Kecamatan Ligung membuat calon peserta KB menggunakan alternatif lain atau tidak menjadi peserta KB baru, sedangkan penetapan target dan indikator capaian peserta KB baru yang tinggi pada metode non hormonal tidak tepat diterapkan pada pelaksanaan Program Jaga Mutu Pelayanan Keluarga Berencana di Kecamatan Ligung pada tahun 2016, karena sebagian besar calon peserta KB di Kecamatan Ligung berminat pada alat kontrasepsi suntik. Sementara itu, jumlah satu orang bidan pelaksana pelayanan KB di Puskesmas Ligung menyebabkan kegiatan pelayanan KB terhambat, sehingga tidak semua calon peserta KB yang membutuhkan pelayanan KB terlayani. Jumlah petugas pelayanan KB yang terbatas juga mengakibatkan terjadinya penundaan pelayanan KB pada pelaksanaan Program Jaga Mutu Pelayanan Keluarga Berencana di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka tahun 2016.
This study examines achievement of new participants in Family Planning Quality Assurance Program in the District of Ligung, Majalengka Regency in 2016 and its regulations. District of Ligung is a district which has the lowest achievement of new family planning participants compared to the other six districts which underwent a similiar situation in the implementation of Family Planning Quality Assurance Program in 2016, that is 51.52%. In addition, the achievement of new participants in the District of Ligung in Family Planning Quality Assurance Program in 2016 is the lowest achievement during 2011-2016. The method used in this study is the sequential explanatory, namely through collection and analysis of quantitative data followed by collection and analysis of qualitative data. Quantitative data analysis is done using descriptive statisctical analyses through classified score tabels based on likert scales which are adjusted to the scales chosen by respondents on each statement and based on the number of items contained in each indicator. The results of quantitative data analyses are then completed by collecting and analyzing qualitative data acquired through in depth interviews with the implementers of Family Planning Quality Assurance Program in the District of Ligung in 2016 and with the non participants of family planning who have participated in information, education, and communication (IEC) activities. The achievement of new participants in Family Planning Quality Assurance Program in District of Ligung, Majalengka Regency in 2016 is influenced by the service’s punctuality, the establishment of targets and indicators on achievement of new participants who use non hormonal contraceptives, and the number of human resources of family planning services at family planning facilities, especially at Puskesmas Ligung (Community Health Centre of Ligung). Delays on family planning services experienced by candidates of new participants in District of Ligung caused the candidates chose other alternative options or not to become new participants, while the high targets and indicators on achievement of new participants who use non hormonal contraceptives are not fit in the implementation of Family Planning Quality Assurance Program in the District of Ligung in 2016, because most of the candidates in the District of Ligung are interested to injectable contraceptives. Meanwhile, the limited number of one midwife who does services of family planning at Puskesmas Ligung caused the services hampered, so not all candidates of family planning participants who needed the family planning services are catered. The limited number of family planning implementers also caused delays on the services of Family Planning Quality Assurance Program in the District of Ligung, Majalengka Regency in 2016.
Kata Kunci : Capaian Peserta KB Baru, Program Jaga Mutu Pelayanan Keluarga Berencana, Kecamatan Ligung