ANALISIS PENILAIAN KINERJA AKTIVITAS TANGGUNG JAWAB SOSIAL DENGAN METODE PENGUKURAN KINERJA PRISM DALAM PERSPEKTIF GLOBAL REPORTING INITIATIVE (GRI) (Kasus pada Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Suatu BUMN Pelabuhan)
FREDDY INDRAWAN, Ertambang Nahartyo, Dr., M.Sc., C.M.A., Ak., C.A.
2018 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIAktivitas tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility, disingkat CSR) perlu didukung dengan implementasi strategi yang tepat memiliki manfaat dalam meningkatkan nilai perusahaan. Karenanya, penting agar terdapat pengukuran kinerja CSR untuk tujuan pencapaian strategi perusahaan. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) merupakan wujud aktivitas CSR yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini masih menggunakan ukuran kinerja yang mengacu pada Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 yaitu tingkat efektivitas dan kolektabilitas penyaluran program kemitraan. Hal ini dirasakan kurang karena tidak menyangkut aktivitas bina lingkungan, tidak mengukur aspek ekonomis, sosial dan lingkungan secara keseluruhan yang berdampak bagi masyrakat sekitar BUMN dan tidak dapat dikaitkan dengan strategi BUMN sendiri. Penelitian ini menganalisa pengukuran kinerja PKBL dengan menggunakan model Sustainable Triangle Principle (STP). Model STP ini mengadopsi penggunaan pendekatan kinerja Balance Scorecard (BSC) dan metode penilaian kinerja prisma (prism) dalam menempatkan prinsip-prinsip kebelanjutan (sustainability principle) menurut pendekatan Global reporting Initiatives (GRI) untuk diintegrasikan dalam rancangan pengukuran kinerja manajemen (performance management measure) melalui pemahaman atas pemangku kepentingan, proses dan kapabilitas PKBL. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan strategi studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan untuk menjelaskan fokus penelitian ini adalah analisis eksploratif dan deskriptif, yaitu menyusun seluruh data-data yang diperoleh dengan melakukan pendokumentasian secara sistematis, kemudian melakukan pemilahan data yang berkaitan dengan fokus penelitian. Setelah itu dilakukan proses analisis untuk memperoleh gambaran/deskripsi tentang objek penelitian untuk dapat menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat indeks penilaian kinerja yang dapat digunakan oleh pengelola PKBL yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan dan sosial. Indeks kinerja ini telah mengeksplorasi apa yang menjadi keinginan dan kontribusi pemangku kepentingan yang mencakup pemerintah sebagai regulator dan pemegang saham, karyawan, pihak ketiga sebagai peneydia jasa bagi PKBL dan masyarakat yang meneriman bantuan program kemitraan dan bina lingkungan.
Corporate social responsibility activities (Corporate Social Responsibility, abbreviated as CSR) need to be supported by the implementation of appropriate strategies that have benefits in increasing the value of the company. Therefore, it is important that there is a performance measurement on CSR for the purpose of achieving the company's strategy. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) is a form of CSR activities carried out by State-Owned Enterprises (badan Usaha Milik Negara/BUMN) which so far still using performance measures according to the Decree of the Minister of SOE No. KEP-100/MBU/2002 known as the level of effectiveness and collectability of the distribution of program kemitraan. This performance measure lack to coverage activities of program bina lingkungan, nor measure the overall economic, social and environmental aspects that have an impact on the community around BUMN and cannot be linked to the BUMN strategy itself. This research analyzes performance measurement on PKBL by using the Sustainable Triangle Principle (STP) model. The STP model using the Balance Scorecard (BSC) performance approach and prism performance appraisal methods (prism) in placing the principles of sustainability according to the Global Reporting Initiatives (GRI) approach to be integrated in the design of management performance measurement through understanding the stakeholders, the process and capability of the PKBL. Qualitative research in this study use case study strategies. Data collection techniques used in this study is interviews and documentations. The analysis technique used to explain the focus of this research is explorative and descriptive analysis, which is to compile all the data obtained by systematically documenting, then sorting out data related to the research focus. After that, an analysis process is carried out to obtain a description/description of the research object to answer the research question. The results of this study indicate that there is a performance assessment index that can be used by PKBL coverage economic, environmental and social aspects. This performance index has explored what stakeholders wants and contribution that includes the government as a regulator and shareholders, employees, third parties as a service provider for PKBL and the community that receives partnership program assistance and environmental development.
Kata Kunci : Tanggung Jawab Sosial, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, Balance Scorecard (BSC), Metode Pengukuran Kinerja Prisma (Prism), Global Reporting Initiatives (GRI)