PENGARUH POLA PEMBERIAN MAKANAN TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MABODO KECAMATAN KONTUNAGA KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA TAHUN 2018
DARSAL ZULFAKAR D, Dr. dr. Emy Huriyati, M.Kes.; Prof. Dr. Djauhar Ismail, MPH, Ph.D. Sp.AK
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang mengganggu saluran pencernaan pada manusia, dan masih menjadi persoalan kesehatan di berbagai negara, terutama di negara-negara berkembang. Penyakit ini sering dijumpai pada anak usia balita khususnya anak usia 6-24 bulan, dan merupakan penyebab utama kematian pada anak usia balita. Penyakit diare di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan penyakit endemis, dan menjadi salah satu persoalan kesehatan pada anak usia balita. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian makanan dan hygiene-sanitasi makanan dengan kejadian diare pada anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Mabodo. Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian case control. Penelitian dilakukan pada ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Mabodo dengan besar sampel 86 responden yang terbagi 43 kelompok kasus dan 43 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square pada bivariat dan statistik regresi logistik dengan kemaknaan p = 0,05 dan confidence interval (CI) 95% untuk multivariat. Hasil: Terdapat pengaruh pemberian makanan (p = 0,007), hygiene-sanitasi makanan (p = 0,015), kondisi lingkungan rumah tangga (p = 0,016), sumber air rumah tangga (p = 0,002), dan status ekonomi keluarga (p = 0,004) terhadap kejadian diare pada anak usia 6-24 bulan (p < 0,05). Sedangankan usia ibu (p = 0,693), pendidikan ibu (p = 0,45), dan jenis kelamin anak (p = 0,517) tidak berpengaruh terhadap kejadian diare pada anak usia 6-24 bulan (p > 0,05). Kesimpulan: Pemberian makanan yang tidak terpenuhi dan hygiene-sanitasi makanan yang buruk dapat meningkatkan kejadian diare pada anak usia 6-24 bulan.
Background: Diarrhea is one of the diseases that disrupt human digestive tract, and still becamea serious health problem in many countries, especially in the developing countries. This disease is often found in under-five children, especially children aged 6-24 months, and the main cause of death in under-five children. Diarrhea in Southeast Sulawesi is an endemic disease, and one of the health problems in under-five children. Purpose: The purpose of this study was to examined the effect of feeding practices and food hygiene with the incidence of diarrhea in children aged 6-24 months at Mabodo Primary Health Care. Methods: The design of this research is a case-control study. The study was conducted on mothers who have children aged 6-24 months at MabodoPrimary Health Care with sample size was 86 respondents divided into 43 in case groups and 43 in control groups. Data collection was conducted using a questionnaire, which analyzed using chi-square statistical tests for bivariate analysis and logistic regression with significance of p = 0.05 and 95% confidence interval (CI) for multivariate analysis. Result: There were association between feeding practice (p = 0.007), food hygiene (p = 0.015), household environmental conditions (p = 0.016), household water sources (p = 0.002), and family economic status (p = 0.004), with the incidence of diarrhea in children aged 6-24 months (p <0.05). Meanwhile, maternal age (p = 0.693), maternal education (p = 0.45), and child sex (p = 0.517) was not associated with the incidence of diarrhea in children aged 6-24 months (p> 0.05). Conclusion: Unfulfilled feeding and poor food hygiene can increase the incidence of diarrhea in children aged 6-24 months.
Kata Kunci : Diare; pemberian makanan; hygiene-sanitasi makanan; anak usia 6- 24 bulan, Diare; pemberian makanan; hygiene-sanitasi makanan; anak usia 6- 24 bulan, Diarrhea; feeding; food hygiene; children 6-24 months.