Laporkan Masalah

ANALISIS TARIF PELAYANAN POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD JARAGA SASAMEH ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL KABUPATEN BARITO SELATAN KALIMANTAN TENGAH

SRI WUSONO, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes.; Dr. dr. Dwi Handono, M.Kes

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Rumah Sakit sebagai fasilitas tingkat lanjut memiliki peran penting dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Biaya pelayanan kesehatan dilaksanakan berdasakan tarif paket INA-CBGs, dengan tujuan biaya pelayanan kesehatan terkendali dan dapat meningkatkan standar pelayanan. Namun, hal ini belum terwujud oleh karena itu tarif INA-CBGs berpotensi menimbulkan kerugian bagi Rumah Sakit. Tujuan: Mengeksplorasi penyebab selisih tarif Rumah Sakit dan tarif INACBGs pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional di Poli Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Jaraga Sasameh Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan secara dokumentasi (telaah dokumen) dan wawancara mendalam dengan manajemen baik struktural maupun fungsional. Analisa data dengan analisis deskriptif pada data skunder dan kualitatif mengeksplorasi kebijakan dan strategi Rumah Sakit terhadap selisih tarif untuk memperdalam makna dari penelitian. Hasil: Biaya pelayanan pasien JKN di Poli Penyakit Dalam berdasarkan tarif rumah sakit/Perda dengan tarif paket INA-CBGs mengalami selisih negatif pada bulan Januari - Juni 2017 dengan selisih tarif rata-rata 20,3%. Faktor biaya yang paling banyak menyebakan selisih adalah farmasi sebesar 53,7%. Hal ini terkait dengan keadaan morbiditas penyakit terbanyak adalah penyakit kronis sebesar 61,7%, kebijakan yang diterapkan peningkatan kapasitas SDM dalam pelayanan pasien JKN, peningkatan program rujuk balik bagi pasien yang sudah stabil, menerapkan subsidi silang dari pendapatan lain maupun pemerintah, belum ada strategi khusus dalam pelayanan JKN yang tercantum pada Renstra, hanya saja terkait dengan proses klaim dan output pelayanan berencana mewujudkan akreditasi dan pelayanan unggulan penyakit jantung. Kesimpulan: Biaya pelayanan pasien JKN di Poli dalam bulan Januari - Juni 2017 berdasarkan tarif RS dengan tarif paket INACBGs terjadi selisih negatif karena total biaya pelayanan berdasarkan tarif RS lebih besar dari total tarif Paket INA-CBGs. Namun, potensi kerugian dapat diantisipasi dengan kebijakan dan strategi yang mendukung pengendalian biaya serta meningkatkan standar pelayanan.

Background: Hospital as health advanced facility has an important role in the National Health Insurance (JKN) implementation. Reimbursment mechanism of health services using INA-CBGs package tariff, which the objectives for controlling healthcare costs and improving service standards. However, this has not been implemented well. Therefore INA-CBGs has disadvantage potential to Hospital. Objective: To determine difference of Hospital tariff and INA-CBGs for JKN patient in Internal Diseases Poly in Jaraga Sasameh Hospital, Barito Selatan District, Central Kalimantan. Method: This study was descriptive with qualitative approach and case study design. Review document and deep interview to Hospital structural and functional management were used for data collection. Data analized used descriptive analysis for secondary data and qualitative analysis for exploring Hospital policies and strategies to difference of tariff in order to deepen this study result. Result: Healthcare cost of JKN patients in Internal Disease Poly has negative difference during January-June 2017 with average 20,3%. The main factor causing the difference was pharmaceutical 63%. This tariff difference occurred due to several factors such as related with the most morbidity diseases: 61,7% chronic diseases, policies implemented for capacity building of human resources in JKN patient services, improvement of referral program for stable patients, cross subsidizing of other income and government, specific strategies in JKN services that listed in the strategic plan. And for service output was planned to reach hospital accreditation and conducted excellent service of heart disease. Conclusion: Healthcare cost in Internal Disease Poly had deficit due to large deviation tariff between hospital tariff and INA-CBGs. However, potential losses could be anticipated with policies and strategies that support cost control and improve service standards.

Kata Kunci : Tarif, kebijakan dan strategi Rumah Sakit, Jaminan Kesehatan Nasional, Tariff analysis, hospital policy and strategi, National Health Insurance.

  1. S2-2018-403369-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403369-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403369-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403369-title.pdf