Laporkan Masalah

MODEL ANALISIS HARGA SATUAN KOMPONEN PEKERJAAN DI PROVINSI D.I.YOGYAKARTA BERDASARKAN PADA DATA HISTORIS PENAWARAN KONTRAKTOR STUDI KASUS : HARGA SATUAN PEKERJAAN PADA PROYEK PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG

VANITA KESUMAWATI YA, Prof. Ir. HRC. Priyosulistyo, M.Sc., Ph.D.; Arief Setiawan B.N, S.T., M.Eng., Ph.D.

2018 | Tesis | MAGISTER TEKNIK SIPIL

Pekerjaan konstruksi selalu menghadapi permasalahan dalam memperkirakan harga satuan pekerjaan (HSP) dengan cepat dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan perawatan. Secara khusus dalam pekerjaan perawatan, perkiraan HSP sering tidak mudah dan tidak tepat. Perencanaan HSP yang menggunakan harga satuan upah dan bahan eceran tertinggi dari pemerintah daerah membuat perencanaan HSP lebih tinggi dari harga pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model untuk memperkirakan HSP dengan waktu sebagai parameternya. Data HSP didapat dari para kontraktor yang telah melaksanakan pekerjaan perawatan bangunan gedung yang berasal dari tahun dan lokasi yang berbeda, oleh karena itu penelitian ini memperhitungkan indeks kenaikan harga dan indeks lokasi pekerjaan. Indeks kenaikan harga diperoleh dari laju inflasi yang didapat dari pemerintah Provinsi D.I.Yogyakarta sedangkan indeks lokasi pekerjaan didapat dari analisa harga satuan yang didasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum (No:28/PRT/M/2016). Data HSP di analisis dengan menggunakan metode trend linear. Penelitian ini telah mendapatkan hasil model berupa rumus empiris yang dapat digunakan untuk mengestimasi harga satuan pekerjaan di kota Yogyakarta. Sedangkan untuk menggunakan model tersebut di kabupaten Sleman, Kulonprogo dan Gunung Kidul dapat digunakan dengan mengkalikan indeks lokasi pekerjaan di kabupaten yang ditinjau. Hasil analisis menunjukkan bahwa 32 model tidak layak digunakan dalam mengestimasi harga satuan pekerjaan (R2 < 0,7), tetapi selain model itu koefisien determinasi (R2) > 0,7 layak digunakan.

Construction projects have been facing up problems in estimating the unit price (UP) instantly during the planning, implementation, and maintenance phases. Especially during implementation of the building maintenance, the estimation of the UP is often neither easy nor accurate. UP planning, using the highest local retail price that is issued by local government, results in the higher UP in comparison to the market price. This reserach aims to determine an empirical model for estimation of UP on the basis of time as the parameters. The UP data were collected from contractors, having been carrying out building maintenace work in different locations and years, therefore this research uses index of price increase and index of work location. Price increase index is obtained from inflation rate reffered to the provincial government of Yogyakarta, and index of work location based on Decree of Ministry of Public Works and Public Housing, entitled Unit Price Analysis for Public Works (No:28/PRT/M/2016). The UP data were then analysed by linear trend method. This research generates empirical formula that can be used to estimate UP in Yogyakarta. To use the model for Sleman, Kulonprogo and Gunung Kidul districts, an index of work location can be used for each district as multiplying factor. The analysis showed that 32 model was not liable for estimating the UP (R2 < 0,7), but using coefficient of determination (R2) > 0,7, the other models are able to apply.

Kata Kunci : Harga Satuan Pekerjaan, HSP, Estimasi Biaya, Inflasi, Lokasi

  1. S2-2018-389477-abstract.pdf  
  2. S2-2018-389477-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-389477-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-389477-title.pdf