KAJIAN WALKABILITY DI KAWASAN KAMPUS (Kasus : Demangan Baru Yogyakarta)
MUHAMAD FAISAL PAANI, university campus area, pedestrian path, walkability
2018 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURKawasan kampus di Demangan Baru memiliki tiga kampus, yaitu Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan Universitas Islam Indonesia. Keberadaan ketiga kampus tersebut menjadi generator munculnya berbagai fasilitas pendukung dan memberi pengaruh pada pola lahan terbangun yang semakin padat. Berbagai fasilitas tersebar saling berdekatan dan dapat dicapai dengan berjalan kaki. Namun, area ini tidak didukung oleh akses penghubung yang baik, yang mendorong mahasiswa lebih suka menggunakan kendaraan bermotor daripada berjalan dalam kegiatan sehari-hari. Untuk meningkatkan aktivitas berjalan, perlu didukung dengan suasana berjalan yang menyenangkan dan nyaman serta tersedianya kondisi jalur pejalan kaki yang baik. Penelitian ini penting dan perlu dilakukan dengan tujuan untuk: (a) mengetahui tingkat walkability, (b) mengetahui komponen-komponen apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat walkability, dan (c) merumuskan strategi untuk meningkatkan walkability yang sesuai di kawasan kampus di Demangan Baru, Yogyakarta. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah deduktif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap sejumlah mahasiswa guna mengetahui aktivitas, jalur yang sering dilalui, dan moda transportasi yang digunakan, sehingga diperoleh gambaran rute berjalan kaki di dalam kawasan. Selanjutnya dilakukan penilaian terhadap sejumlah jalur guna mengetahui tingkat walkability. Penilaian terdiri dari 7 (tujuh) variabel, yaitu kemudahan akses (accessible), keterhubungan (connected), keterbacaan (legible), kenyamanan (comfortable), keamanan dari lalu lintas (safe), keamanan dari tindakan kriminal (secure), menyenangkan (pleasant). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) tingkat walkability pada kawasan kampus di Demangan Baru berada pada tingkat yang sangat buruk (1,5 pada skala 5), (b) beberapa komponen yang mempengaruhi tingkat walkability yaitu ketersediaan jalur pejalan kaki, kemenerusan dan keterhubungan antar jalur, ketersediaan peneduh, bebas hambatan, kondisi permukaan jalur, aman terhadap lalu lintas, konflik dengan moda transportasi lain, dan keamanan lingkungan fisik. (c) Dari delapan komponen tersebut kemudian diprioritaskan guna meningkatkan aktivitas dan menciptakan kondisi yang mendukung bagi pejalan kaki sesuai dengan masalah yang dihadapi.
Demangan Baru area covers three university campuses, i.e. Sanata Dharma University, Atma Jaya University of Yogyakarta, and Islamic University of Indonesia. The existence of those three campuses became the generator for the emergence of various support facilities and give influence to the spatial pattern of increasingly dense land. The various facilities are scattered close to each other and can be reached on foot. However, this area is not supported by the good connecting access, which encourages students prefer to use motorized vehicles instead of walking in daily activities. To increase the walking activity, needs to be supported with a pleasant and comfortable walking atmosphere as well as the availability of good condition of pedestrian paths. This research is important and needs to be done with the aim of: (a) Knowing the level of walkability, (b) knowing what components can affect the level of walkability, and (c) formulating strategies to improve the appropriate walkability in the campus area in Demangan Baru, Yogyakarta. In this study the method used is quantitative deductive by collecting data through observation and interviews of a number of students to find out the activities, paths that are often traversed, and modes of transportation used, in order to obtain an overview of walking routes within the region. Furthermore, the assessment of a number of pathways is carried out to determine the level of walkability. Walkability level assessment consists of seven variables, namely accessible, connected, legible, comfortable, safe, secure, and pleasant. The results indicate that (a) the walkability level in Demangan Baru area is in very poor level (1,5 on a scale of 5), (b) there are several walkability components that affect the level of walkability, i.e. availability of paths, Sincerity and connectedness between paths, Shade availability, Free of obstacles, Path surface conditions, safe against traffic, conflicts with other modes of transportation, and physical environmental security. (c) From the eight components are then prioritized to increase activity and create conditions that support pedestrians in accordance with the problems at hand.
Kata Kunci : kawasan kampus, jalur pejalan kaki, walkability