Persepsi Dan Komunikasi Pemangku Kepentingan Di Perguruan Tinggi Terhadap Keikutsertaan Mahasiswa Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional Kota Yogyakarta
EKA PUSPASARI, Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt., M.Kes
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Dalam rangka mewujudkan cita-cita jaminan kesehatan semesta Universal Health Coverage (UHC) paling lambat 1 Januari 2019 mendatang, BPJS Kesehatan menjajaki kerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dari 4.504 perguruan tinggi di Indonesia baru ada 32 perguruan tinggi yang sudah mengikutsertakan mahasiswanya dalam program JKN. Jika dilihat dari aspek kepesertaan dalam jaminan kesehatan, baru 3 perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta yang mengikutsertakan mahasiswanya dalam program JKN dari total 130 perguruan tinggi. Jumlah ini sangat rendah bila dibandingkan dengan jumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di DIY. Sehingga menimbulkan rumusan masalah yaitu bagaimana persepsi dan komunikasi pemangku kepentingan di perguruan tinggi terhadap keikutsertaan mahasiswa dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kota Yogyakarta? Tujuan: Mengekplorasi persepsi dan komunikasi pemangku kepentingan di perguruan tinggi terhadap keikutsertaan mahasiswa dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kota yogyakarta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di 4 kampus yang ada di kota Yogyakarta, dengan menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi dari penelitian ini dipilih berdasarkan kategori dari setiap institusi agar dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber data serta pengambilan keputusan dari setiap kualifikasi perguruan tinggi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview). Kemudian dilakukan analisa dan penyajian data secara kualitatif. Hasil: Informasi tentang JKN bagi mahasiswa sudah disosialisasikan dengan baik. sosialisasi diberikan secara langsung maupun tidak langsung. Isi materi dalam sosialisasi sudah disampaikan kepada semua pemangku kepentingan di perguruan tinggi. Komunikasi antarpribadi pemangku kepentingan kurang efektif, terlihat dari kurang ada keterbukaan, mekanisme komunikasi antarpribadi pemangku kepentingan kurang lancar, dan gaya komunikasi dari informan yang berbeda-beda setiap perguruan tinggi. Sikap positif pemangku kepentingan perguruan tinggi adalah mendukung program tersebut. Akan tetapi pemangku kepentingan lebih memilih untuk mengelola sendiri sistem jaminan kesehatan bagi mahasiswa. Faktor dari pemangku kepentingan menunda keikutsertaan diantara sumber daya manusia terbatas, belum ada petunjuk teknis JKN bagi mahasiswa, serta JKN belum menjadi prioritas program di perguruan tinggi. Kesimpulan: Secara keseluruhan semua informan sudah mendapatkan informasi, dan materi sosialisasi sudah diberikan dengan baik. Komunikasi antarpribadi pemangku kepentingan kurang efektif. Sikap positif dari pemangku kepentingan untuk mendukung program JKN KIS bagi mahasiswa. faktor yang menjadi menunda keikutsertaan adalah sumber daya manusia terbatas, belum ada petunjuk teknis JKN bagi mahasiswa, serta JKN belum menjadi prioritas program di perguruan tinggi
Background: In order to realize universal goal no Universal Health CoverageUniversal Health Coverage (UHC) later than January 1, 2019, BPJS Health is exploring cooperation with Ministry of Research, Technology and Higher Education. Of the 4,504 universities in Indonesia there are only 32 universities that have included students in the JKN program. If viewed from the aspect of membership in health insurance, only 3 colleges in Yogyakarta that includes students in the program JKN of a total of 130 universities. Among the Muhammadiyah University is Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta and Stikes Notokusumo Yogyakarta. This amount is very low when compared with the number of universities both public and private in DIY. So that raises the formulation of the problem is how the perception and communication stakeholders in universities to the participation of students in the National Health Insurance program (JKN) Yogyakarta city? Objective: Exploring perception and stakeholder communication in college towards student participation in Yogyakarta National Health Insurance (JKN) program. Method: The type of research used is qualitative research with case study design. The location of the research was conducted in 4 campuses in Yogyakarta city, using purposive sampling. The inclusion criteria of this study were selected by category from each institution in order to obtain information from various data sources as well as decision making from each college qualification. Methods of data collection is done by(in-depth interviewin depth interview). Then analyzed and presented the data qualitatively. Results: Information about JKN for students has been well socialized. socialization is given directly or indirectly. The content of the materials in the socialization has been submitted to all stakeholders in the universities. Stakeholder interpersonal communications are less effective, as seen from the lack of openness, interpersonal communication mechanisms less smooth stakeholders, and communication styles of different informants of each college. The positive attitude of the college stakeholders is to support the program. However, stakeholders prefer to manage their own health insurance system for students. Stakeholder factors delaying participation among limited human resources, no JKN technical guidance for students, and JKN has not been a priority program in universities. Conclusions and Recommendations: Overall all informants have been informed, and socialization materials have been well presented. Stakeholder interpersonal communications are less effective. A positive attitude from stakeholders to support JKN KIS program for students. the factors that delay participation are limited human resources, no JKN technical guidelines for students, and JKN has not been a priority program in universities. Suggestion from this research is to make technical instruction of JKN implementation for student, require JKN for student in college institution, require to have JKN for new student and lastly socialize JKN for student to doctor in campus clinic to disseminate information from program itself.
Kata Kunci : Persepsi, Komunikasi, Keikutsertaan, JKN