IMPROVING INNOVATION CAPABILITY THROUGH INNOVATION VALUE CHAIN AT SWARAGAMA FM
NOVENTINA KHOIRUN N, T. Hani Handoko, M.B.A., Ph.D.
2018 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mata rantai terlemah dalam rantai nilai inovasi Swaragama FM, menyelidiki faktor-faktor yang menyebabkan mata rantai tersebut menjadi mata rantai terlemah, dan merumuskan solusi untuk memperbaiki mata rantai terlemah dan kapabilitas inovasi secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan kerangka rantai nilai inovasi dari Hansen dan Birkinshaw (2007). Metode campuran dari kuesioner survei terstruktur dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data, yang ditujukan kepada karyawan dari lintas departemen dan manajer terkait. Data dianalisis melalui statistik deskriptif dan menghubungkan transkrip wawancara ke kerangka penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata rantai terlemah dalam rantai nilai inovasi Swaragama FM adalah pengembangan dan penggunaan sumber ide dari luar. Pengembangan memiliki nilai tertinggi karena mekanisme manajemen proyek yang tidak terorganisir dengan baik, sementara penggunaan sumber ide dari luar memiliki nilai tertinggi kedua karena rendahnya keterlibatan pihak luar dalam proses pembuatan ide. Solusi yang diberikan sesuai dengan mata rantai terlemah adalah untuk menetapkan sebuah tim khusus pengembangan produk, untuk menunjuk seseorang yang khusus bertanggung jawab mengawasi tim dan proyek tersebut, dan untuk secara formal mengatur tonggak pencapaian proyek dan hal apa saja yang harus diserahkan pada setiap tahapan secara jelas di awal proyek untuk memperbaiki proses pengembangan. Swaragama FM juga perlu menjalin hubungan berkualitas dengan pihak eksternal dan membangun jaringan penemuan untuk memperbaiki proses penggunaan sumber ide dari luar.
This research is aimed to identify the weakest links in Swaragama FM innovation value chain, investigate the factors that cause it to be the weakest link, and formulate solutions to improve the weakest links and overall innovation capability. The research is conducted based on the innovation value chain framework from Hansen and Birkinshaw (2007). A mix-method of structured survey questionnaires and interview was used to gather the data, which are addressed to employees from cross-departments and relevant managers. The data were analyzed through descriptive statistics and linking the interview transcript to the research framework. The result shows that the weakest links in Swaragama FM innovation value chain are development and external sourcing of ideas. Development has the highest score due to a poorly organized project management mechanism, while external sourcing has the second highest score due to the low involvement of outside parties in the idea generation process. The solutions given in accord with the weakest links are to assign a specific product development team, to appoint a project champion to supervise the team and project, and to formally set up project milestones and clear deliverables at each stage at the beginning of the project to improve the development process. Swaragama FM also needs to forge quality links with external parties and build a discovery network to improve its external sourcing process.
Kata Kunci : Innovation capability, innovation value chain, Swaragama FM