EVALUASI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPESERTAAN STUDI KASUS DI BPJS KETENAGAKERJAAN
ANTONY SUGIARTO, Dr. Fahmy Radhi, MBA
2018 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Jumlah penduduk Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya dan menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2013, setiap lima tahun terjadi kenaikan jumlah penduduk antara 9-16 juta. Pertambahan jumlah penduduk ini diikuti dengan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja. Transformasi dari PT. Jamsostek (Persero) menjadi BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2014 telah menciptakan pasar potensial dalam hal cakupan kepesertaan yang lebih luas karena adanya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 dimana market BPJS Ketenagakerjaan selain tenaga kerja sektor penerima upah juga termasuk tenaga kerja sektor bukan penerima upah. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 juga memberikan kewenangan atas pangawasan dan pemeriksaan kepatuhan perusahaan dan tenaga kerja dalam mengikuti program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Tahun 2014-2017 dalam rangka perluasan kepesertan dan peningkatan pelayanan, BPJS Ketenagakerjaan menerapkan strategi market development dengan membuka 203 Kantor Cabang Perintis di seluruh Indonesia serta bekerja sama dengan perbankan dan Indomaret untuk memudahkan pembayaran iuran peserta. Tetapi sampai dengan tahun 2017, jumlah tenaga kerja aktif mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan masih sedikit yaitu 26,24 juta tenaga kerja atau 21,07% dari jumlah penduduk yang bekerja sebesar 124,54 juta pekerja. Berdasarkan hal-hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian dengan melakukan evaluasi atas strategi yang selama ini dijalankan dalam rangka meningkatkan kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Lingkungan eksternal yang diteliti meliputi politik dan hukum, ekonomi, sosial demografi dan teknologi sementara lingkungan internal diteliti meliputi struktur organisasi, layanan, SDM, teknologi informasi, keuangan dan peran hubungan antar lembaga. Penelitian dilakukan dengan melakukan interview terbuka kepada narasumber dua Direksi dan satu Kepala Cabang. Hasil interview setelah didukung dengan data-data sekunder kemudian dianalisis menggunakan SWOT Analysis, External Factor Evaluation (EFE) Matrix dan Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix. Hasil skor EFE Matrix dan IFE Matrix ini kemudian dianalisis menggunakan Internal External (IE) Matrix untuk mengetahui posisi perusahaan saat ini dan menyarankan strategi untuk masa depan. Hasil analisis lingkungan eksternal dan internal menggunakan IE Matrix menunjukkan bahwa posisi BPJS Ketenagakerjaan saat ini berada di kuadran 5 yang berarti bahwa strategi yang tepat untuk BPJS Ketenagakerjaan saat ini adalah hold and maintain yaitu dengan market penetration.
The population of Indonesia has always increased every years and based on of data BPS in 2013, every 5 years, the population get increase about 9-16 million of people.The population growth is followed by increased number of working population. The transformation of PT. Jamsostek (Persero) become BPJS Ketenagakerjaan has created potential market especially in wider coverage of membership cuased of UU 24/2011 which is market of BPJS Ketenagakerjaan beside formal workers (wage earners) and informal worker too.UU 24/2011 gives authority about monitoring and examination of company and labors compliance in following social security of employment program to BPJS Ketenagakerjaan. In 2014-2017, in order to membership expansion and increase service quality, BPJS Ketenagakerjaan applies market development strategy by opening 203pioner branch office in Indonesia and cooperate with banking companies and Indomaret to facilitate customer to pay dues. But, till 2017, amount of active membership of BPJS Ketenagakerjaan still a little26.24 millions workers or 21.07% of 124.54 millions worker population. Based on that facts, need to be researched by doing evaluation about the strategy which has being applied by BPJS Ketenagakerjaan in order to increase membership coverage in program of BPJS Ketenagakerjaan. This research is done by evaluating external and internal environment of BPJS Ketenagakerjaan. External environment research involve politic and law, economy, social demograpics and technology while internal environment researched involve organization structure, services, human resources, information technolog, finance and role of inter institutional relationship. This research is done by open interview with two Board Directors and one Head Branch Office. The result of interview is analyzed after being supported by secondary data by using SWOT Analysis, External Factor Evaluation (EFE) Matrix and Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix. Score of EFE Matrix and IFE Matrix is analyzed by using Internal External (IE) Matrix to know the position of BPJS Ketenagakerjaan right now and to recommend the future strategy. Analysis results of external and internal environment using IE Matrix show that BPJS Ketenagakerjaan is in five quadrant which is meant the right strategy for BPJS Ketenagakerjaan is hold and maintain by market penetration.
Kata Kunci : Strategy Evaluation, Market Development, SWOT Analysis, External Factor Evaluation (EFE) Matrix, Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix, Internal External (IE) Matrix and Market Penetration