Laporkan Masalah

KAPASITAS SUSTAINABILITY PROGRAM HIV/AIDS DI KABUPATEN SINTANG

HERMANTO, dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D.; dr.Yanri Wijayanti Subronto, Ph.D., Sp.PD-KPTI.

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang : Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sintang tercatat jumlah kasus baru dari 29 orang di tahun 2012 menjadi 63 orang di tahun 2017. Pendanaan program HIV/AIDS bersumber dari Global Fund tidak menentu sedangkan pendanaan bersumber dari APBD Kabupaten Sintang cenderung menurun. Data tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan pendanaan program HIV/AIDS dari donor yaitu Global Fund cukup besar sehingga diperlukan suatu kajian keberlanjutan program HIV/AIDS apabila dukungan pendanaan dari donor sudah berhenti. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Daerah dan pengelola program HIV/AIDS menjaga keberlanjutan program HIV/AIDS untuk mencapai manfaat dan tujuan yang ingin dicapai dalam program penanggulangan HIV/AIDS. Tujuan : Mendeskripsikan kapasitas sustainability (stabilitas pendanaan, kapasitas organisasi, evaluasi program, adaptasi program dan komunikasi) program HIV/AIDS di Kabupaten Sintang. etode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 21 orang. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dan snowballing sampling untuk ODHA, dengan cara analisis data yang digunakan adalah content analysis. Hasil : Keberlanjutan program HIV/AIDS belum didukung sumber pendanaan yang bervariasi dan kemampuan memperoleh pendanaan melalui sektor swasta (CSR). Priority setting usulan pendanaan program belum merata terutama pada OPD lintas sektoral serta kurangnya kemandirian LSM dalam hal pendanaan. Peningkatan ketersediaan tenaga kesehatan dan peningkatan fasilitas di puskesmas untuk mampu melakukan tes HIV/AIDS. Standar form pelaporan evaluasi program masih belum mendapat perhatian, belum didukung tim monev daerah serta beberapa OPD lintas sektoral belum merasakan manfaat dari evaluasi. lemahnya aspek pencegahan penularan HIV/AIDS serta keterlibatan lintas sektoral dalam monitoring. kurangnya ketersediaan konselor serta lemahnya keterlibatan lintas sektoral dalam mengkomunikasikan program. Kesimpulan : Kapasitas stabilitas pendanaan, kapasitas organisasi, evaluasi program, adaptasi program dan komunikasi masih memerlukan peningkatan dan perbaikan dengan priority setting kebijakan dan pendanaan melalui sektor swasta, dukungan peran dari stakeholders yang terkait program HIV/AIDS.

Introduction : HIV/AIDS sufferers in Sintang district recorded the number of new cases from 29 people in 2012 to 63 people in 2017. Funding of HIV/AIDS program from Global Fund is uncertain while funding sourced from Sintang District Budget tends to decrease. The data show that the funding dependence of HIV/AIDS programs from donors is the Global Fund is large enough to require a sustainability study of HIV / AIDS programs if donor funding support has stopped. This can be a consideration for local governments and managers of HIV / AIDS programs to maintain sustainability of HIV/AIDS programs to achieve the benefits and objectives to be achieved in HIV/AIDS prevention programs. Objective : Describe capacity sustainability (funding stability, organizational capacity, program evaluation, program adaptation and communication) of HIV/AIDS programs in Sintang District. Method: This research uses a qualitative approach with descriptive research type. Subjects of this study amounted to 21 people. This research uses purposive sampling and snowballing sampling for PLWHA, with data analysis used is content analysis. Outcome: The sustainability of HIV/AIDS programs has not been supported by varied funding sources and the ability to obtain funding through the private sector (CSR). Priority setting of the proposed funding program is not evenly distributed, especially on cross-sectoral OPD and lack of NGO independence in terms of funding. Increased availability of health personnel and improvement of facilities at puskesmas to be able to perform HIV/AIDS testing. Standard evaluation report formats are still not getting attention, not yet supported by the local monitoring and evaluation team as well as some OPD across sectors have not benefited from the evaluation. Weak aspects of prevention of HIV/AIDS transmission and crosssectoral involvement in monitoring. Lack of availability of counselors and weak cross-sectoral involvement in communicating programs. Conclusion: The capacity of funding stability, organizational capacity, program evaluation, program adaptation and communication still require improvement and improvement with priority setting policy and funding through the private sector, support for the role of stakeholders related to the HIV / AIDS program.

Kata Kunci : Keberlanjutan, Kapasitas Keberlanjutan, Program HIV/AIDS, Kabupaten Sintang, Global Fund, Sustainability, Capacity Sustainability, HIV/AIDS Program, Sintang District, Global Fund.

  1. S2-2018-403255-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403255-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403255-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403255-title.pdf