Laporkan Masalah

KEPATUHAN PELAKSANAKAN ASUHAN GIZI RAWAT INAP TERHADAP STANDAR AKREDITASI DI RSUD ARJAWINANGUN KABUPATEN CIREBON

LILY SULISTYAWATI, dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, Dr.PH.; Martalena Br Purba, MCN, Ph.D

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Perkembangan kualitas pelayanan kesehatan adalah salah satu prioritas dari sistem kesehatan di dunia. Dipengaruhi oleh perkembangan pada kualitas manajemen di dunia industri, pengembangan kualitas berkelanjutan juga menjadi hal utama yang menjadi perhatian di sektor pelayanan kesehatan Masalah gizi di rumah sakit dinilai sesuai kondisi perorangan yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi proses penyembuhan. Oleh karena itu dibutuhkan pelayanan gizi yang bermutu untuk mencapai dan mempertahankan status gizi yang optimal dan mempercepat penyembuhan. Paradigma baru sistem akreditasi KARS versi 2012, mengarahkan seluruh kegiatan pelayanan rumah sakit agar mampu memberikan pelayanan yang memenuhi standar kualitas. Tingkat kepatuhan para profesional pelayanan kesehatan terhadap standar masih rendah. Beberapa penelitian menghubungkan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kepatuhan petugas terhadap standar. Oleh karena itu mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan petugas terhadap standar menjadi penting. Dengan diketahuinya alasan dari kepatuhan atau ketidakpatuhan tersebut dapat dijadikan sebagai bahan untuk membuat kebijakan yang sekiranya dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Tujuan: Memperoleh gambaran tentang kepatuhan pelaksanaan asuhan gizi rawat inap terhadap standar akreditasi di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai RSUD Arjawinangun sedangkan untuk besar sampel penelitian meliputi total populasi tenaga gizi yang bertugas melakukan asuhan gizi rawat inap. Peserta wawancara mendalam meliputi kepada kepala ruang perawatan, manajemen, dan ahli gizi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis konten, yaitu dengan melakukan identifikasi kategori berdasarkan makna yang muncul secara konsisten dari data yang dikumpulkan. Hasil: kepatuhan pelaksanaan asuhan gizi terhadap standar AP 1.6, AP 4, PP 4, PP 4.1 dan PP 5 mencapai 100% sedangkan kepatuhan terhadap standar PP 4, SKP 1, SKP 2, dan SKP 5 belum mencapai 100%. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan pelaksanaan asuhan gizi rawat inap terhadap standar akreditasi antara lain sumbe r daya (staf dan fasilitas), komunikasi (transmisi, kejelasan, dan konsistensi), struktur birokrasi (penyebaran tugas dan SOP), dan disposisi (sistem insentif) . Kesimpulan: kepatuhan pelaksanaan asuhan gizi terhadap standar akreditasi secara garis besar baik. Jumlah tenaga yang kurang, konsistensi informasi yang kurang, belum adanya sistem reward and punishment, dan penyebaran tugas yang kurang merata berpengaruh terhadap kepatuhan.

Background: The development of quality health care is one of the priorities of the health system in the world. Influenced by developments in industrial management quality, sustainable quality development is also a major concern in the healthcare sector. Nutrition problems in hospitals are assessed according to individual conditions that directly or indirectly affect the healing process. Therefore it is necessary to provide quality nutritional services to achieve and maintain optimal nutritional status and accelerate healing. The new paradigm of KARS 2012 accreditation system, directs all hospital service activities to be able to provide services that meet quality standards. The level of adherence of health care professionals to standards is still low. Several studies linked knowledge, attitude, and behavior with officer compliance with standards. Therefore, it is important to know the factors that influence the officer's compliance with the standard. By knowing the reason of compliance or non-compliance can be used as material to create policies that if can improve the quality of service. Objectives: Obtained a description of compliance implementation of inpatient nutrition care to accreditation standards in Arjawinangun District Hospital Cirebon Method: This research uses qualitative research method with single case study approach. The population of this research is all employees of RSUD Arjawinangun while for the large sample of research include total population of nutrition personnel in charge of inpatient nutrition care. Participants of in-depth interviews include the head of the nursing, management, and nutritionist rooms. Data were analyzed by using content analysis, ie by identifying categories based on the consistent meaning of the data collected. Result: The compliance of the implementation of nutritional care to the standards of AP 1.6, AP 4, PP 4, PP 4.1 and PP 5 reached 100% while compliance with the standard PP 4, SKP 1, SKP 2 and SKP 5 has not reached 100%. There are many factors that influence the compliance of the implementation of inpatient nursing care to accreditation standards such as resources (staff and facilities), communication (transmission, clarity, and consistency), bureaucratic structure (dispersion of tasks and SOPs), and dispositions (incentive systems). Conclution: Compliance of the implementation of nutritional care to accreditation standards in a good outline. The number of personnel lacking, the lack of consistency of information, the lack of reward and punishment system, and the uneven distribution of tasks affect the compliance.

Kata Kunci : asuhan gizi, rawat inap, akreditasi, kepatuhan, KARS, rumah sakit, nutritional care, hospitalization, accreditation, compliance, KARS, hospital

  1. S2-2018-403288-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403288-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403288-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403288-title.pdf