Kajian Penggunaan Ruang Publik Sebagai Wadah Kreativitas Komunitas Street Art Di Kota Yogyakarta
IMAM PRASETYO, Dr. Luthfi Muta'ali, S.Si., M.T.
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPerkembangan Kota Yogyakarta yang pesat mengakibatkan semakin minimnya ketersediaan ruang publik bagi masyarakat. Komunitas street art sebagai salah satu komunitas kreatif menggunakan ruang publik yang terbatas untuk menciptakan karya mural. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi pola persebaran mural di Kota Yogyakarta (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi komunitas street art dalam menciptakan mural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan serta wawancara secara mendalam pada komunitas street art di Yogyakarta yakni komunitas Taring Padi, SeBUMI Nol Km dan YORC. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan analisis peta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 51 titik mural yang tersebar dengan pola persebaran yang cenderung mengelompok. Mural yang tersebar memiliki beragam tema atau isu yang diangkat ke ruang publik seperti masalah lingkungan, sosial, politik, budaya dan kritik terhadap kebijakan pembangunan. Sebagian besar mural yang tersebar berada di kawasan wisata Malioboro Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan komunitas street art, faktor-faktor yang menentukan dalam proses penciptaan mural antara lain pengalaman, ide, lokasi yang strategis, perizinan, dan audience yang dituju oleh komunitas street art.
The rapid development of Yogyakarta city leads to the lack of public space for the community. Street art communities, as one of the creative communities, use limited public space to create mural art. This research aims: (1) to identify mural distribution pattern in Yogyakarta, (2) to identify several factors influencing street art communities in creating murals. The research method used was qualitative descriptive method. Data collection was conducted through field observation and in-depth interview with street art communities in Yogyakarta. Those communities were Taring Padi, SeBUMI Nol Km, and YORC. Then, the data was analyzed by using qualitative descriptive and map analysis. This research result shows that there were 51 mural spots scattered with tend to cluster distribution pattern. The scattered murals had various themes or issues raised to public space, such as environmental, social, political, and cultural issues as well as criticism towards development policies. Most of murals were scattered in the tourist area of Malioboro. Based on in-depth interview with the street art communities, it can be concluded that some important factors in murals creation are idea, strategic location, permissions, and audience targeted by street art communities.
Kata Kunci : Pola persebaran, mural, komunitas street art